Ribu Simatupang Karya Bernyanyi Curhatan Hati Kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu S.H , M.H. (Gambar: Ribu Simatupang / MEDIA-DPR COM.TAPTENG | MEDIA-DPR COM. Sebuah karya seni bernyanyi yang penuh makna dan curahan hati warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Kini menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial. Lagu berjudul “Horas Bupati Tapteng” yang diciptakan dan dinyanyikan langsung by Ribu Simatupang, menyuarakan keluhan nyata atas nasib yang dialaminya pasca diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Selasa, 25 November 2025 lalu.
Melalui lirik yang sederhana namun sangat menusuk dan menyentuh hati, Ribu Simatupang menyapa langsung Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, S.H., M.H. Inti pertanyaannya hanya satu: “Kenapa saya tak dapat Jadup, sedangkan yang lain dapat? Saya merasa sedih.”
Pertanyaan Besar: Apakah Karena Pendukung KEDAN?
Ada satu bagian lirik yang menjadi sorotan utama dan mengundang tanya publik. Ribu secara gamblang mempertanyakan alasan di balik belum diterimanya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang menjadi hak korban bencana.
"Kenapa saya Ribu Simatupang, tak mendapatkan Jadup? Apakah karena saya, pendukung KEDAN?"
Pertanyaan ini mengacu pada sejarah Pilkada Tapanuli Tengah 2024 silam. Saat itu, ada dua pasangan calon yang bertarung: pasangan Khairul Kiyedi Pasaribu – Darwin Sitompul dengan jargon "KEDAN" (Nomor Urut 1), dan pasangan Masinton Pasaribu – Mahmud Efendy Lubis dengan jargon "MAMA" (Nomor Urut 2). Pasangan MAMA-lah yang kemudian memenangkan pertarungan dan kini memimpin daerah.
Pertanyaan Ribu menjadi sinyal bahwa ada kekhawatiran di masyarakat apakah bantuan sosial dan hak kemanusiaan dipilah-pilah berdasarkan pilihan politik saat pemilihan umum lalu.
Singgung Janji: "Adil Untuk Semua"
Lebih dalam lagi, dalam lagunya, Ribu juga menyindir sekaligus mengingatkan kembali slogan besar yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, yaitu “Tapteng Naik Kelas, Adil Untuk Semua”.
Dalam liriknya ia berharap slogan indah itu bukan sekadar tulisan atau janji manis semata.
"Katanya slogan 'Adil Untuk Semua', semoga itu terwujud, dan tidak sedih lagi."
Bagi Ribu dan warga korban bencana lainnya, keadilan yang dimaksud adalah kehadiran bantuan yang sama rata, tepat sasaran, dan tidak memandang latar belakang apapun, termasuk pilihan politik di masa lalu. Bantuan Jadup adalah hak kemanusiaan korban bencana, bukan hadiah politik.
Lagu ini kini menjadi media aspirasi rakyat yang paling lantang, mempertanyakan kesetaraan hak, dan menguji komitmen pemerintahan untuk benar-benar mewujudkan keadilan bagi seluruh warga Tapanuli Tengah, tanpa terkecuali.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance Jurnalis MEDIA-DPR.COM. sumber Nyanyian Ribu Simatupang

Komentar
