SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Aurel Cicilia Panjaitan (9 tahun), warga Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Tapteng Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Siswi SD di Kota Sibolga dan anak bungsu dari tiga bersaudara, tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Metta Medika Kota Sibolga.
Kondisinya yang awalnya hanya demam kini membutuhkan perawatan intensif, sementara harapannya untuk ditemani kedua orang tua harus terbendung karena keterbatasan kondisi.
Awalnya, Aurel mengeluhkan demam kepada neneknya yang berprofesi Wartawan karena ayahnya tengah terlibat dalam pekerjaan pasca bencana alam.
Kedua orang tuanya bekerja di bidang yang sama namun terpisah, dan baru saja si Ibu menyelesaikan aktivitas gotong royong, semangat kebersamaan khas masyarakat Indonesia yang dilakukan secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama.
Setelah gotong royong, ibunya juga merasa lelah dan sakit. Saat itu, Aurel bahkan jatuh sakit dan sempat diobati dengan membeli obat di Apotek terdekat.
Namun kondisi mereka berdua tidak membaik dan malah kumat, hingga akhirnya ibunya yang masih dalam kondisi tidak sehat harus memboyong Aurel ke rumah sakit.
Saat ini Aurel tengah mendapatkan perawatan dari dokter dan perawat. Meski ada nenek yang merawatnya, dari gesture tubuhnya terlihat jelas bahwa ia menginginkan kehadiran kedua orang tua. ada disisinya. Namun keduanya harus tetap bekerja karena pekerjaan tidak dapat ditunda.
Kisah Aurel menjadi inspirasi bagi publik tentang pengorbanan orang tua dalam mencari nafkah serta pentingnya semangat gotong royong yang harus tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan keluarga.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

