TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Tanggapan Warga Desa Ujung Batu Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) Terhadap Postingan di Akun Facebook Jerry Z Ferdy Sambo
Pada postingan yang bergambar Kader PDI Perjuangan Tapteng dan Masinton Pasaribu dan Sanggam Panggabean. dengan judul: "Semangat terus pak Camat Barus Sanggam Panggabean dak usah acukan kacung-kacung itu, cuma mau eksisnya itu",
Ibu Hadiah Situmeang (perwakilan warga):
"Kami sangat kecewa dan merasa direndahkan dengan kata-kata yang digunakan. Kami bukanlah 'kacung-kacung' yang hanya mau eksis. ujarnya kepada MEDIA-DPR.COM. yang juga Jurnalisnya Warga Barus yang merasa di lecehkan.
Lebih jauh di terangkan: "Kami melakukan Unjuk rasa damai dan disiplin (Unrasdalin) karena mencintai desa dan pemimpin yang telah membuktikan diri dengan berkorban untuk kami.
Saat bencana datang, Kepala Desa (Kades) Desa Ujung Batu Kecamatan Barus Mustafa Husni Tanjung, yang di berhentikan sementara oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu S.H., M.H., berada di depan menyelamatkan nyawa. Bukan hanya duduk di Kantor atau pergi ke luar daerah. Kami hanya meminta keadilan, bukan mencari perhatian semata."
Egil Marpaung (koordinator aksi):
"Penggunaan kata penghinaan itu menunjukkan bahwa Jerry Z Ferdy Sambo tidak memahami perjuangan rakyat kecil. ujarnya
Kami tidak mengacuhkan siapapun, tapi kami ingin suara kami didengar. Jika Plt Camat Barus Sanggam Panggabean S.Ag , benar-benar peduli dengan desa, ia seharusnya ada di sini saat kami butuhkan, bukan selalu ada di Kota Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut). ungkapnya.
Dan bagi siapa saja yang melihat kami hanya sebagai orang yang ingin eksis, silakan datang ke Desa Ujung Batu dan lihat kondisi rumah-rumah kami yang hancur dan bagaimana Bapak Mustafa telah membantu kami bangkit."
Ibu Susiani Simanullang (warga):
"Kita adalah warga negara yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi. Kata 'kacung-kacung' itu menyakitkan hati. katanya.
Kami tidak melakukan aksi dengan sengaja membuat keributan, tapi karena kami merasa tidak diterima hak keadilan. Semoga Jerry Z Ferdy Sambo bisa memahami bahwa perjuangan kami adalah untuk masa depan desa kita bersama." tandasnya.
Wawancara tertulis yang dilakukan oleh MEDIA-DPR.COM kepada Jerry Z Ferdy Sambo yang kali kedua Senin (12/01/2026)
Pertanyaan Pertama: 'Mengapa Bapak Jerry Z Ferdy Sambo menggunakan istilah "kacung-kacung" untuk menyebut warga Desa Ujung Batu yang sedang melakukan aksi damai Sebanyak 116 warga menggelar aksi unjuk rasa damai dan disiplin (Unrasdalin) di Kantor Camat Barus, Senin (5/1/2026). Mereka menuntut pengaktifan kembali Kepala Desa Ujung Batu, Mustafa Husni Tanjung, yang dinonaktifkan secara sepihak pada 31 Desember 2025. Apakah Bapak memahami konotasi negatif dari kata tersebut yang bisa menyakiti perasaan masyarakat?
Pertanyaan ke dua: "Mengapa Bapak menganggap bahwa aksi unjuk rasa warga tersebut hanya merupakan upaya untuk "mencari eksistensi" dan tidak memiliki maksud yang berarti? Apakah Bapak telah melakukan verifikasi fakta terkait alasan sebenarnya dari aksi tersebut sebelum membuat postingan?
Pertanyaan ke tiga: "Apa dasar Bapak mendukung Camat Barus Sanggam Panggabean dalam kasus ini? Apakah Bapak mengetahui secara detail tentang proses penonaktifan Kepala Desa Mustafa Husni Tanjung dan bukti-bukti yang ada dari kedua belah pihak?
Pertanyaan ke empat: "Bagaimana tanggapan Bapak terhadap tuduhan bahwa penggunaan kata-kata penghinaan tersebut dapat merusak hubungan antar warga dan menekan hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka?
Pertanyaan ke Lima: "Apakah Bapak bersedia untuk bertemu langsung dengan perwakilan warga Desa Ujung Batu untuk mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi mereka, serta membahas permasalahan ini secara terbuka dan konstruktif?
Wawancara ini akan dimuat secara utuh sesuai jawaban yang diberikan atau akan dicantumkan bahwa permintaan wawancara belum mendapatkan tanggapan kendati sudah dua kali pada saat di publikasi.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

