Warga Barus Tapteng Belum Mendapatkan Perhatian Maupun Bantuan dari Pemkab Tapteng

Iklan Semua Halaman

.

Warga Barus Tapteng Belum Mendapatkan Perhatian Maupun Bantuan dari Pemkab Tapteng

Staff Redaksi Media DPR
Rabu, 14 Januari 2026

 


TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Kondisi yang memprihatinkan bagi warga Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yang sudah dua bulan setelah bencana banjir dan tanah longsor pada 25 November 2025 namun belum mendapatkan perhatian maupun bantuan dari Pemkab Tapteng. 


Kendatipun sebagian warga sudah mulai beraktivitas seperti biasa, rasa pilu dan kesedihan masih ada karena pemulihan belum mendapatkan dukungan yang diharapkan. liputan MEDIA-DPR.COM. Selasa (13/01/2026)


Seperti yang disebutkan sebelumnya, beberapa Kecamatan lain di Tapteng juga terdampak, namun warga Barus merasa mereka luput dari perhatian bahkan tidak ada pejabat yang datang menemui mereka. 


Hanya bantuan datang dari Bupati Tapteng Periode 2017-2022 Bakhtiar Ahmad Sibarani S.H..,M.H. dan Anggota DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani S.H., M.H., yang telah membantu sejak awal bencana.


Keluhan dari Iwan Pohan dan warga Barus hasil investigasi Wartawan, sungguh menyakitkan hati. Padahal mereka bukan satu-satunya Kecamatan Barus terdampak. Kecamatan Pandan, Kecamatan Tukka, dan Kecantikan Sorkam juga terkena imbas bencana.


Namun hanya warga Barus yang mengaku sama sekali tidak mendapatkan perhatian apapun, bahkan tidak ada kunjungan dari pejabat kecamatan maupun kabupaten selama hampir dua bulan pascabencana. 


Seakan "tidak punya pemerintah" tentu sangat membebani secara emosional bagi mereka yang sudah kehilangan rumah dan sumber mata pencaharian.


Harapan respon keluhan ini dapat segera terdengar oleh pihak berwenang di Pemkab Tapteng sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk membantu warga Barus.


Kondisi yang dihadapi warga benar-benar berat. Tidak hanya kehilangan rumah sebanyak 15 rumah di Lorong Satu Kelurahan Pasar Batu Gerigis hancur dan hanyut akibat banjir yang mencapai tiga meter tinggi pada 25 November 2025.


Mereka juga harus berjuang sendiri melalui gotong royong untuk menimbun tanah, karena pemukiman mereka bahkan telah berubah menjadi aliran air baru ke laut Barus. 


Perasaan sedih mereka tetap ada karena bantuan dan perhatian dari pemerintah yang diharapkan belum kunjung datang meskipun sudah hampir dua bulan.


Kabar baiknya, mereka mendapatkan dukungan dari Bakhtiar dan Rahmansyah yang membantu dalam proses pemulihan. Namun, upaya gotong royong warga sendiri tentunya tidak cukup untuk mengembalikan kondisi pemukiman seperti semula.


Sangat menyentuh hati mendengar bagaimana kondisi Kampung Tambak yang masih terendam seperti danau, membuat warga bingung bagaimana mengembalikannya seperti semula karena perlu penimbunan hingga tiga meter tinggi. 


Namun, kepedulian dari Bakhtiar dan Rahmansyah menjadi titik terang bagi mereka, mulai dari dapur umum, bantuan dana, hingga membantu penimbunan tanah sejak hari pertama bencana terjadi. 


Warga bahkan mengakui bahwa tanpa bantuan keduanya, mereka akan terpuruk total, terutama karena hingga kini tidak ada bantuan apapun dari Pemkab Tapteng, termasuk makanan dan uang pengganti tempat tinggal sementara yang seharusnya diberikan. 


Informasi, wartawan berusaha mendapatkan tanggapan resmi dari Plt. Camat Kecamatan Barus Sanggam Panggabean S.Ag. terkait kondisi warga terdampak bencana. 


Namun, hingga berita diterbitkan, konfirmasi tidak dapat dilakukan karena tidak ada pejabat yang berada di kantor kecamatan.


Hal ini membuat informasi mengenai alasan kurangnya perhatian dan bantuan bagi warga Barus masih belum jelas dari sisi pemerintah kecamatan maupun kabupaten. 


Harapannya, pihak pejabat dapat segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan..(Lisberth Manik S.E.)

close