Antrean Mengular di SPBU Pangalengan Kabupaten Bandung, Konsumen Kecewa Dirigen Malah Diprioritaskan

Iklan Semua Halaman

.

Antrean Mengular di SPBU Pangalengan Kabupaten Bandung, Konsumen Kecewa Dirigen Malah Diprioritaskan

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 20 Maret 2026

 







BANDUNG, MEDIA - DPR.COM Lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saat momen Idul Fitri mulai terasa di sejumlah daerah, termasuk di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


 Namun, tingginya permintaan ini justru memicu keluhan dari konsumen akibat pelayanan yang dinilai belum optimal.


Seorang konsumen bernama Hen mengaku kesal setelah harus mengantre lebih dari 30 menit untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax, namun tidak kunjung terlayani.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (20/03/2026), saat arus kendaraan mulai meningkat menjelang libur Lebaran.


“Saya antre setengah jam lebih, masih terus antre, tapi ada konsumen lain yang tiba-tiba membawa jeriken tidak perlu antre, langsung diisi,” ujar Hen dengan nada kecewa.


Kondisi tersebut semakin membuat konsumen geram ketika, setelah menunggu lama, BBM jenis Pertamax justru dinyatakan habis. 


Akibatnya, sejumlah pengendara terpaksa beralih ke bensin eceran jenis Pertalite dengan harga yang jauh lebih mahal.


“Setelah antre lama, tiba-tiba BBM habis. Terpaksa beli bensin eceran, satu botol sampai Rp15 ribu,” sambungnya.


Tak hanya soal distribusi, sistem pelayanan di SPBU tersebut juga menjadi sorotan. Dari pantauan di lokasi, antrean panjang terjadi karena pengisian BBM jenis Pertamax hanya dilayani oleh satu nozel aktif.


Padahal, dalam kondisi lonjakan seperti musim mudik Lebaran, seharusnya seluruh fasilitas dapat dimaksimalkan untuk mengurai antrean.


Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan pengelola SPBU dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM tahunan. 


Terlebih, kawasan Pangalengan dikenal sebagai salah satu jalur alternatif dan tujuan wisata yang ramai dikunjungi saat libur panjang.


Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi, baik dari sisi distribusi BBM maupun manajemen pelayanan di lapangan.


Langkah antisipatif dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan libur Lebaran.

Sampai berita ini tayang pihak lainya belum bisa di temui guna keterangan lebih lanjut.

(GTR/Ayi Supriatna)


#SPBU Pangalengan

#Pangalengan Bandung

#Kabupaten Bandung

#Jawa Barat

#Antrean BBM

#Kelangkaan Pertamax

#BBM Habis

close