TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Sebuah video viral yang diunggah oleh kreator konten lokal Tri Supriadi pada Selasa (03/03/2026) mengungkap misteri besar di balik bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Selasa 25 November 2026 silam.
Tri Supriadi menyoroti raibnya kayu-kayu gelondongan (kayu log) yang seharusnya menjadi bukti dampak bencana, namun kini diduga telah berubah wujud menjadi kayu olahan atau saw timber.
Dalam kontennya yang menggegerkan jagat maya, Tri Supriadi mengungkapkan keheranannya: di tengah puing-puing bencana di Kecamatan Tukka Tapteng, yang tersisa hanyalah ampas dan limbah kayu.
Sementara itu, kayu-kayu log berukuran besar yang sebelumnya terlihat terbawa arus banjir, kini lenyap tak berbekas. Pertanyaan besar pun muncul: ke mana perginya kayu-kayu tersebut, dan siapa yang bertanggung jawab atas pengolahannya?
"Ini bukan soal kayu kecil. Ini kayu-kayu gelondongan yang besar. Kemana semua itu sekarang? Hanya ampas yang tersisa di lokasi bencana," ujar Tri Supriadi dengan nada geram, mempertanyakan transparansi penanganan pascabencana.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) dan terutama para anggota DPRD Tapteng.
"Di mana para wakil rakyat kita? Apakah mereka tidak melihat atau tidak peduli dengan apa yang terjadi pada sumber daya alam kita setelah bencana?" tanyanya, menuntut fungsi pengawasan DPRD.
Lebih lanjut, Tri Supriadi secara tegas meminta jajaran Polres Tapteng Polda Sumut, untuk segera turun tangan. "Saya meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kayu gelondongan yang terbawa arus sudah diolah menjadi saw timber dan kini tidak jelas keberadaannya. Ini harus diselidiki!" desaknya, menduga adanya praktik ilegal di balik hilangnya kayu-kayu tersebut.
Kasus ini telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat Tapteng, menuntut kejelasan dan akuntabilitas dari pihak berwenang.
Publik menantikan langkah konkret dari Pemkab, DPRD, dan aparat kepolisian untuk mengungkap misteri kayu gelondongan pascabanjir yang diduga telah berganti rupa.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

