TAPTENG | MEDIA-DPR-COM. Awalnya heboh dengan laporan dugaan pencurian dengan kekerasan atau begal yang menimpa seorang lansia di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam, kepolisian mengungkap fakta yang menyentuh hati: luka yang diderita korban bukan akibat tindak kejahatan, melainkan akibat upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan karena tekanan batin yang mendalam.
Kejadian bermula pada Sabtu (26/04/2026) malam, Pihak kepolisian mendapat laporan bahwa seorang pria inizial AS (66) dibawa oleh Kasatpol PP Tapteng ke Ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan dengan luka sayat di bagian leher dan lengan. Korban sempat mengaku bahwa dirinya dibekap dan disayat oleh pelaku begal.
Kapolsek Pandan Iptu Zul Efendi menjelaskan bahwa penyelidik segera menemukan sejumlah kejanggalan. info Polres Tapteng Minggu (26/04/2026)
“Awalnya korban mengaku dibegal, namun pola lukanya tidak sesuai dengan dugaan tersebut dan keterangannya pun berubah-ubah. Kami kemudian menelusuri lebih jauh dan menemui keluarga serta saksi untuk mengungkap kejadian sebenarnya,” ujar Kapolsek.
Dari penelusuran yang dilakukan, terungkap bahwa korban tengah menghadapi masalah berat dalam keluarganya.
Adik kandung korban, Rosnidar, menyampaikan bahwa AS merasa ditinggalkan oleh anak dan menantunya, bahkan merasa diusir dari rumahnya di Kecamatan Sorkam.
Hal ini diperkuat oleh keterangan David Chaniago, pemilik warung di Kelurahan Lubuk Tukko, yang mengungkapkan bahwa korban sudah empat hari menumpang tidur di warungnya karena tidak memiliki tempat tinggal.
Bahkan, korban sempat berencana mendaftarkan diri ke Dinas Sosial agar bisa dititipkan di panti jompo karena merasa tidak dihargai dan diperhatikan oleh keluarganya.
Akhirnya Mengaku, Temukan Barang Bukti
Setelah diberikan pendekatan dan penjelasan secara penuh rasa kemanusiaan, korban akhirnya mengakui kebenaran. Ia menyatakan sengaja menyayat bagian leher dan lengannya sendiri menggunakan pisau pemotong di sebuah rumah kosong di Jalan Zainul Basri Hutagalung, sekitar 150 meter dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah.
Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan barang bukti berupa pisau pemotong yang disembunyikan di balik tembok rumah kosong tersebut, dengan sisa noda darah yang masih terlihat jelas.
Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Pandan, sementara pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga untuk memberikan pendampingan psikologis agar kondisi mentalnya pulih kembali.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum jelas. Kasus ini murni akibat tekanan batin yang mendalam akibat masalah keluarga. Mari kita sama-sama memberikan perhatian dan kasih sayang kepada orang tua kita, agar mereka tidak merasa terasing dan terlupakan,” pungkas Kapolsek.
(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

