Banjir Susulan Melanda Tapteng, Dinas Kesehatan Gerak Cepat Dirikan Posko Medis di Titik Terdampak. (Gambar: Pemkab Tapteng / MEDIA-DPR.COM)TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut),
pada Rabu (20/05/2026) sore hingga malam, kembali memicu terjadinya banjir susulan. Air meluap dan merendam sejumlah pemukiman warga, dengan dampak paling luas dan signifikan dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Tukka.
Merespons situasi darurat tersebut, Dinas Kesehatan Tapteng bergerak cepat turun ke lapangan guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak tetap terjaga dan terlindungi dari ancaman penyakit.
Hal ini disampaikan pihak Pemerintah Kabupaten Tapteng dalam keterangan resminya, Kamis (21/05/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes), Tapteng, Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns, MKes, AKK, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di lokasi-lokasi strategis yang terdampak banjir.
"Di Kecamatan Tukka, kami langsung membuka posko kesehatan guna melakukan pemeriksaan dan pelayanan medis secara gratis bagi seluruh warga korban banjir.
Tim medis lengkap serta ketersediaan obat-obatan esensial telah disiagakan penuh untuk mengantisipasi munculnya berbagai penyakit yang umum terjadi pascabanjir," tegas Lisnawati Panjaitan.
Melalui layanan di posko kesehatan tersebut, warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan atau keluhan fisik akibat dampak bencana dapat langsung mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan yang dibutuhkan secara cuma-cuma.
Langkah proaktif ini diambil untuk memutus mata rantai dan meminimalkan risiko penyebaran penyakit di tengah masyarakat yang sedang terdampak.
Lisnawati menambahkan, tim kesehatan juga telah aktif memberikan pelayanan langsung di titik-titik pengungsian. Di Posko Pengungsian sekitar Jembatan Sigotom, tim medis telah melayani kebutuhan kesehatan bagi 22 Kepala Keluarga (KK).
Sementara itu, di posko pelayanan yang didirikan di lokasi SMP Negeri 3 Bona Lumban, petugas telah memberikan penanganan medis kepada 14 KK yang berada di lokasi pengungsian.
Hingga saat ini, selain bersiaga penuh di posko-posko kesehatan, tim medis juga terus melakukan pemantauan berkala serta berkoordinasi erat dengan Unit Pelaksana Teknis Puskesmas di masing-masing kecamatan untuk tetap siaga dan siap bergerak sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan bantuan medis.
(Demak MP Panjaitan/Pance).

Komentar
