AMBON | MEDIA-DPR.COM. Keterbatasan ruang dan waktu di balik tembok penjara bukan berarti menghentikan langkah untuk terus berkarya dan bermanfaat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan wajah baru sistem pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
Melalui program pembinaan kemandirian yang berjalan terus-menerus, warga binaan tidak hanya mengisi waktu luang, namun menghasilkan karya nyata yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung program strategis negara, yakni ketahanan pangan nasional. Informasi ini disampaikan pada Sabtu (16/05).
Langkah yang diambil ini selaras sepenuhnya dengan arah kebijakan pemerintah serta implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Fokus utamanya jelas: membentuk warga binaan yang tidak hanya sadar akan kesalahan, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, dan kemandirian hidup yang berguna saat kembali ke masyarakat kelak.
Dua sektor utama menjadi andalan dan menunjukkan hasil yang sangat membanggakan: pertanian modern sistem hidroponik dan kerajinan mebel berupa kursi sofa berkualitas tinggi.
Di sektor pertanian, warga binaan memanfaatkan lahan yang tersedia secara cermat dan optimal.
Dengan sistem hidroponik yang diterapkan, berbagai jenis tanaman sayur dan bahan pangan tumbuh subur, hijau, dan sangat segar.
Tanaman ini tidak sekadar menjadi hiasan, melainkan memiliki fungsi nyata untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan Rutan. Ini menjadi bukti kuat bahwa semangat berkebun dan menghasilkan pangan bisa dilakukan di mana saja, bahkan di ruang yang terbatas sekalipun.
Sementara itu, di bengkel keterampilan, kreativitas dan ketekunan juga diuji. Warga binaan dilatih secara bertahap dan terstruktur untuk membuat kursi sofa yang indah dan kokoh. Bimbingan diberikan mulai dari tahap merakit kerangka, memasang lapisan busa yang pas, hingga tahap akhir atau finishing yang rapi. Hasilnya sungguh memuaskan: produk yang dihasilkan memiliki desain menarik, kualitas yang bisa diandalkan, dan berpotensi besar menjadi produk unggulan dengan nilai jual tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian tak terpisahkan dari tugas utama pembinaan.
"Program ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan terampil. Kami tidak hanya membina untuk masa di dalam sini saja, tetapi yang terpenting adalah bekal untuk masa depan mereka setelah kembali ke masyarakat.
Harapan kami, kemampuan ini menjadi modal berharga agar mereka bisa hidup lebih baik dan tidak terjerumus kembali ke jalan yang salah," pungkasnya Jefry penuh harap.(GBU).

Komentar

