Harkitnas 2026 Dipusatkan di Lokasi Bencana Hutanabolon: Simbol Kebangkitan Nyata Tapteng Bangkit dari Musibah

Iklan Semua Halaman

.

Harkitnas 2026 Dipusatkan di Lokasi Bencana Hutanabolon: Simbol Kebangkitan Nyata Tapteng Bangkit dari Musibah

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 15 Mei 2026


TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Makna perjuangan dan kebangkitan nasional akan dirayakan dengan cara yang sangat istimewa dan penuh arti di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), tahun ini. 


Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke -118 yang jatuh pada 20 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), menetapkan lokasi bekas bencana di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, sebagai pusat pelaksanaan upacara peringatan. 


Langkah ini menjadi simbol nyata tekad bersama untuk bangkit dan menata kembali masa depan daerah pasca diterpa musibah.

 

Keputusan strategis ini dibahas dan diputuskan dalam Rapat Persiapan yang digelar di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapteng, Kota Pandan, pada Rabu (13/05/2026). sumber Pemkab Tapteng 


Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapteng, H. Mahmud Efendy Lubis, S.E., ini bertujuan menyatukan persepsi serta memastikan kesiapan seluruh instansi dalam menyukseskan peringatan bersejarah tersebut.

 

Dengan turut hadir dalam pertemuan penting tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat daerah, meliputi Perwakilan Dandim 0211/TT, Kapolres Tapteng, Dansatradar 103, Danlanal Sibolga, Kacabdis UPT Pendidikan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Plh Camat Tukka, Camat Sarudik, perwakilan Camat Pandan, serta tamu undangan lainnya.

 

Dalam arahannya, Mahmud Efendy Lubis menekankan bahwa semangat Harkitnas tidak boleh hanya menjadi seremonial belaka. 


Nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan menjadi pengabdian nyata, semangat persatuan, nasionalisme, dan budaya gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.

 

"Semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong yang diwariskan para pendahulu bangsa hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian. 


Momentum ini tidak boleh hanya menjadi agenda rutin tahunan, melainkan menjadi suntikan energi baru untuk membangun daerah," tegas Mahmud Efendy.

 

Lebih jauh, ia berharap peringatan tahun ini menjadi sarana penguat sinergi antar seluruh elemen, demi mewujudkan visi besar daerah. 


"Kita ingin memperkuat semangat pelayanan demi mewujudkan Kabupaten Tapanuli Tengah yang Naik Kelas dan Adil untuk Semua," tambahnya penuh harap.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Tapteng, Budi Joniar H. Siahaan, menjelaskan alasan pemilihan lokasi yang tidak biasa ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pusat kegiatan dipindahkan langsung ke jantung lokasi bencana di Kelurahan Hutanabolon.

 

"Pelaksanaan di lokasi bencana ini memiliki makna mendalam. Ini adalah sebuah semangat kebangkitan. 


Kami ingin menunjukkan tekad bulat untuk menata kembali masa depan Tapanuli Tengah yang lebih baik, lebih tangguh, dan mampu bangkit dari keterpurukan akibat musibah," ungkap Budi Joniar dalam laporannya.

 

Keputusan ini mendapat apresiasi luas karena dinilai sangat tepat dan menyentuh hati. 


Menempatkan peringatan hari kebangkitan di lokasi yang menyisakan duka dan puing kehancuran, menjadi pesan tegas bahwa Tapteng tidak akan menyerah. 


Sebaliknya, daerah ini justru akan bangkit berdiri tegak dengan semangat perjuangan yang sama seperti para pendiri bangsa dulu merebut dan membangun negeri.

 

(Demak MP Panjaitan/Pance)

close