Camat Tukka Friendky MH Simanungkalit, Dampingi Menteri PU Tinjau Pembangunan Sabo Dam: Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Tapteng

Iklan Semua Halaman

.

Camat Tukka Friendky MH Simanungkalit, Dampingi Menteri PU Tinjau Pembangunan Sabo Dam: Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Tapteng

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 23 Mei 2026
Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, S.T, Dampingi Menteri PU, Dody Hanggodo Kunker ke Tapteng Sumut. (Foto: Lisberth Manik S.E., / MEDIA-DPR.COM)


TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (23/05/2026). 


Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau langsung progres pembangunan Sabo Dam di Kecamatan Tukka, infrastruktur vital yang menjadi harapan besar masyarakat pasca dilanda bencana banjir bandang hebat pada 25 November 2025 lalu.

 

Kedatangan Menteri PU ke lokasi penanganan bencana yang dimulai pukul 16.00 WIB ini didampingi langsung oleh  Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, S.T, bersama jajaran teknis dan pemangku kepentingan terkait. 


Kehadiran pejabat setingkat menteri ini menjadi sorotan warga, mengingat pembangunan Sabo Dam dinilai sebagai satu-satunya solusi nyata untuk menahan material batu, lumpur, dan arus deras dari hulu sungai agar tidak kembali meluluhlantakkan pemukiman warga.

 

Dalam peninjauan tersebut disampaikan bahwa pengerjaan konstruksi Sabo Dam ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2026. 


Pemerintah menegaskan, bangunan ini dirancang sebagai benteng pertahanan jangka panjang, guna meminimalkan risiko banjir susulan sekaligus menjadi instrumen utama mitigasi bencana di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi ini.

 

Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, S.T, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian serius dan kehadiran langsung pemerintah pusat dalam menangani nasib warga Tukka. 


Menurutnya, keberadaan Sabo Dam ini akan memberikan ketenangan batin dan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam kecemasan setiap kali curah hujan turun deras.

 

"Kami sangat berterima kasih karena pemerintah pusat hadir dan memprioritaskan daerah kami. Masyarakat masih trauma dengan peristiwa akhir tahun lalu, dan kehadiran infrastruktur ini adalah jaminan keselamatan kami ke depan," ujar Friendky.

 

Selain menyoroti pembangunan Sabo Dam, Friendky MH Simanungkalit, juga menyampaikan permohonan khusus agar penanganan Sungai Bonalumban turut masuk dalam daftar prioritas penanganan pemerintah. 


Wilayah tersebut, kata dia, kerap mengalami banjir susulan dan abrasi tebing yang semakin mengancam keberadaan permukiman warga di sekitarnya.

 

Pemerintah daerah (Pemda), berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat demi mempercepat pembangunan seluruh infrastruktur penanggulangan bencana. 


Langkah ini dianggap krusial agar pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat Tapanuli Tengah dapat berjalan aman, cepat, dan berkelanjutan.

(Lisberth Manik S.E).

close