Kepala BPBD Tapteng, Ardiansyah Harahap, S.STP, M.M., Mengungkapkan Laporan Kenaikan Permukaan Air Sungai Mulai Terdeteksi Secara Signifikan(Gambar: Pemkab Tapteng / MEDIA-DPR)
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumur), sejak Rabu sore (20/05/2026) menyebabkan sejumlah sungai besar meluap deras.
Akibatnya, air bah merendam ratusan rumah warga dan menggenangi ruas jalan utama di sejumlah kecamatan, memicu respons cepat tim penanggulangan bencana setempat.
Kepala BPBD Tapteng, Ardiansyah Harahap, S.STP, M.M., mengungkapkan berdasarkan laporan resmi dari Camat dan Lurah setempat, kenaikan permukaan air sungai mulai terdeteksi secara signifikan pada pukul 17.58 WIB. info disampaikan Pemkab Tapteng Kamis (21/05/2026).
Hingga malam hari, debit air terus meningkat tajam seiring hujan yang belum juga reda, sehingga ancaman perluasan genangan masih berpotensi terjadi.
Wilayah terdampak bencana banjir ini terkonsentrasi di dua kecamatan utama, meliputi lima kelurahan, yakni
01 Kelurahan Hutanabolon,
02 Kelurahan Sipange,
03. Kelurahan Bonalumban,
04 Kelurahan Tukka di Kecamatan Tukka,
05. Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri.
Berikut rincian kronologi peristiwa banjir yang terpantau hingga malam hari:
* 19.43 WIB: Air mulai meluap dan menggenangi ruas jalan utama di Kelurahan Sipange.
* 20.01 WIB: Tanggul atau rambin di Kelurahan Hutanabolon dilaporkan jebol. Air langsung merangsek masuk ke pemukiman dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
* 20.22 WIB: Banjir di Hutanabolon terpusat di Lorong 1, sementara Lorong 2, 3, dan 4 masih dalam kondisi aman.
* 20.28 WIB: Debit Sungai Lopian naik drastis hingga melampaui 1 meter dari batas normal.
* 20.36 WIB: Air setinggi lutut menyelimuti kawasan Simpang GPDI Lopian.
* 20.43 WIB: Luapan sungai resmi masuk ke pemukiman warga di kawasan Onan Tukka.
* 20.46 WIB: Akses jalan di Kampung Rambutan, Kecamatan Tukka, mulai terputus akibat tergenang air.
* 20.51 WIB: Sungai Aek Harse dinyatakan dalam status siaga dengan aliran air yang sangat tinggi dan berbahaya.
* 21.32 WIB: Banjir terus meluas hingga merendam ruas jalan utama daerah Sigotom, Kecamatan Tukka.
Hingga laporan ini dirilis, dilaporkan bahwa tidak ada korban jiwa akibat musibah ini. Sementara itu, ratusan warga yang berada di wilayah terdampak parah telah dievakuasi ke titik pengungsian darurat yang dipusatkan di bangunan sekolah, dengan rincian:
* SMP Negeri 1 Tukka: 26 jiwa (terdiri dari 2 anak, 3 lansia, dan 21 dewasa).
* SMA Tukka: 24 jiwa (terdiri dari 1 bayi, 6 anak, 9 laki-laki dewasa, dan 8 perempuan dewasa).
* SMP Negeri 3 Tukka, Kelurahan Bonalumban: 29 jiwa (terdiri dari 8 perempuan dewasa, 3 lansia perempuan, 1 lansia laki-laki, 4 laki-laki dewasa, 7 anak laki-laki, dan 6 anak perempuan).
BPBD Tapteng bergerak bersama aparat setempat, jajaran lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah menerjunkan seluruh personel ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat.
Tim terus memantau perkembangan situasi secara berkala dan berkoordinasi langsung dengan pimpinan daerah. Upaya evakuasi aktif dan penyisiran dari rumah ke rumah terus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Warga diharapkan tetap waspada, segera mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang, dan berani menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan evakuasi lanjutan.
(Demak MP Panjaita/Pance)

Komentar

