Penataan Pasar Balige: Apresiasi Dialog Pemkab Toba, Tapi Masyarakat Peringatankan: Jangan Sampai Pedagang Jadi Korban Kemajuan.TOBA | MEDIA-DPR.COM. Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Provinsi Sumatra Utara (Sumut), yang menggelar dialog mendengarkan aspirasi pedagang terkait rencana penataan Pasar Balige mendapatkan apresiasi positif. Namun di sisi lain, kekhawatiran mendalam juga disampaikan para pelaku usaha dan masyarakat.
Issue utama yang disorot adalah rencana kebijakan mewajibkan seluruh pedagang masuk ke dalam bangunan pasar dan melarang aktivitas jual beli di luar, padahal kelayakan fasilitas di dalam dinilai belum memadai.
Berikut aspirasi lengkap yang disampaikan perwakilan masyarakat dan pedagang:
"Dialog yang digelar kemarin sangat bagus dan kami hargai besar keinginan Pemkab Toba mau duduk bersama mendengar keluhan kami. Tapi jujur saja, ada hal besar yang membuat kami dan seluruh pedagang sangat khawatir.
Pemerintah berencana mewajibkan semua pedagang masuk ke dalam pasar dan melarang keras berjualan di luar. Namun pertanyaan kami: Apakah fasilitas di dalam sana sudah cukup dan layak? Banyak pedagang mengeluh lapak yang disediakan terlalu sempit, tidak memadai, dan tidak cukup menampung barang dagangan kami.
Belum lagi kekhawatiran para pedagang Hari Onan. Mereka bingung dan gelisah memikirkan nasib ke depannya, takut kebiasaan berjualan di lokasi biasa yang sudah turun-temurun itu nantinya dilarang dan hilang.
Tujuan penataan ini dikatakan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kenyamanan bersama. Tapi bagaimana mau meningkatkan pendapatan, kalau kenyamanan dan kelayakan tempat berusaha saja belum terjamin?
Kami mohon, persiapkan dulu fasilitasnya dengan matang, lengkap, dan layak. Jangan paksakan aturan dan penataan kalau kebutuhan dasar para pedagang belum terpenuhi.
Kemajuan kota dan keindahan pasar tidak boleh dibangun di atas keringat dan kesulitan rakyat kecil. Kami ingin maju bersama, bukan dikorbankan demi kebijakan sepihak."
Suara ini menjadi sorotan penting bagi Pemkab Toba. Masyarakat berharap penataan pasar tetap berjalan beriringan dengan kesejahteraan para pelaku usaha. Pembangunan yang sejati adalah yang membawa kemanfaatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan atau dikorbankan.(Tao. Situmeang).

Komentar
