Suasana Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan Menyelimuti Halaman Upacara Kantor Bupati Humbahas,Rabu (20/05/2026). Berkumpul Memperingati Harkitnas) ke-118 (Gambar: Bona Situmeang / MEDIA-DPR.COM).HUMBAHAS | MEDIA-DPR.COM. Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti halaman upacara Kantor Bupati Humbang Hasundutan, kawasan Bukit Inspirasi Doloksanggul, Rabu (20/05/2026). Di tempat ini, seluruh elemen masyarakat dan unsur pemerintahan berkumpul untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan mengusung tema besar: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., sementara Komandan Upacara dipegang oleh Kapten Inf Irwan Silalahi. Upacara peringatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora, beserta para anggota dewan, Danyonif TP 955/HS Letkol Inf Samuel Lingga Hasudungan Simbolon, Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho, Pabung 0210/TU Mayor MR Manurung, Hakim Pengadilan Negeri Tarutung Sinar Tamba Tua Pandiangan S.H., serta Kepala Rutan Kelas II B Humbahas Ucok Pangihutan Sinabang.
Turut hadir pula Ketua TP PKK Humbahas, Ny. Erma Oloan P. Nababan, Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun, Kasubbag Pembinaan Kejari Humbahas Jimmy Aritonang, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, ASN, unsur TNI-Polri, jajaran Kemenag, BPJS, Bank Sumut, KNPI, DWP, Kwarcab Pramuka, mahasiswa Akbid/Akper Kesehatan Baru Doloksanggul, hingga para pelajar. Keindahan suasana upacara turut diwarnai oleh lantunan paduan suara dari siswa-siswi SMAN 2 Lintongnihuta.
Makna Sejarah dan Tantangan Zaman
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Bupati, ditegaskan bahwa peringatan 20 Mei 2026 ini adalah momen refleksi mendalam atas berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat peristiwa itu sebagai fajar kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar mulai menyatukan kekuatan melampaui sekat kedaerahan, mengubah pola perjuangan dari perlawanan fisik menjadi pergerakan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan yang bermartabat.
“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional adalah proses dinamis yang menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026, tantangan kita telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” bunyi amanat tersebut.
Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dimaknai sebagai panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama menjaga dan melindungi generasi muda, sebagai kunci utama kemandirian dan kedaulatan negara. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan tidak bergantung pada bantuan luar, melainkan pada persatuan dan keteguhan hati rakyatnya.
Program Strategis Nasional dan Perlindungan Anak
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, semangat kemandirian itu diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Hal ini meliputi Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah untuk membangun fondasi fisik generasi depan, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda demi pemerataan pendidikan, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis yang menjamin perlindungan medis merata bagi seluruh masyarakat.
Penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi fokus utama melalui kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi ini diharapkan menjadi kekuatan ekonomi baru di desa, memudahkan akses warga terhadap pupuk, permodalan, sarana distribusi, kebutuhan pokok, hingga obat-obatan terjangkau, sehingga desa semakin mandiri dan berdaya saing.
Langkah perlindungan juga diperkuat di ruang digital. Pemerintah telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Per 28 Maret 2026, akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform berisiko tinggi resmi dibatasi. Kebijakan ini adalah wujud nyata kehadiran negara memastikan anak-anak mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai usia.
Kompass Asta Cita dan Apresiasi Pengabdian
Di akhir amanatnya, disampaikan bahwa momen Harkitnas ini meneguhkan arah perjalanan bangsa dengan menjadikan Asta Cita — delapan misi besar negara — sebagai kompas utama. Seluruh elemen masyarakat diajak kembali menyalakan api semangat Boedi Oetomo, memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.
Rangkaian upacara peringatan ini turut dimeriahkan dengan momen istimewa berupa penyerahan Surat Keputusan Pensiun dan Piagam Penghargaan bagi ASN yang memasuki batas usia pensiun TMT Juni 2026, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Penghargaan juga diserahkan kepada para Kepala Sekolah berprestasi serta Camat Doloksanggul, Andri Dolok Purba.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini ditutup dengan semangat membara: “Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Mari Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara!” (BonStu)

Komentar
