SUMUT | MEDIA-DPR.COM. Peristiwa memilukan seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yang harus ditandu sejauh 30 kilometer selama enam jam melewati jalan rusak demi mendapatkan pelayanan kesehatan, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu)
Menyusul kejadian itu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution S.E., M.M. secara tegas memastikan Pemprovsu mempercepat program pengembangan dan peningkatan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang aksesnya sulit.
Hal ini disampaikan Bobby, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (12/05/2026).
Ia turut menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan bahwa persoalan pelayanan kesehatan di daerah terpencil adalah tanggung jawab bersama yang harus menjadi prioritas seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Persoalan ini harus menjadi perhatian kita semua. Ini adalah tanggung jawab pemerintah daerah bersama agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau, tidak ada lagi warga yang kesulitan atau terlambat mendapatkan pertolongan medis hanya karena jarak dan kondisi jalan,” tegas Bobby.
Menurut Bobby, tantangan utama di wilayah terpencil tidak hanya terletak pada ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga masalah akses infrastruktur jalan yang masih terbatas dan memprihatinkan.
Kondisi ini sering kali menghambat warga untuk menjangkau pelayanan kesehatan dasar maupun lanjutan tepat pada waktunya.
Sebagai solusi nyata, Pemprovsu, menetapkan kebijakan prioritas: seluruh Puskesmas yang berada di wilayah berjarak lebih dari 30 kilometer dari Rumah Sakit rujukan, akan didorong dan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas rawat inap.
“Kita fokuskan pada lokasi yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit, wajib kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sebenarnya direncanakan mulai tahun 2027, namun melihat kebutuhan mendesak dan adanya dukungan bantuan dari pemerintah pusat, pelaksanaannya kita percepat mulai tahun ini juga,” ungkap Bobby.
Lebih jauh dijelaskan, Pemprovsu telah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan standar fasilitas dan pelayanan di setiap Puskesmas.
Apabila standar pelayanan minimal telah terpenuhi, Pemprovsu siap menggelontorkan dukungan anggaran untuk pengembangan sarana, prasarana, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan tersebut.
Selain memperbaiki sisi pelayanan medis, Bobby, juga menegaskan komitmen pemprovsu, untuk terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah terpencil.
Langkah ini diambil agar aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin mudah, cepat, dan aman.
“Kesehatan adalah hak dasar warga Sumut. Tidak ada lagi cerita warga harus menempuh perjalanan berjam-jam atau ditandu berkilometer jauhnya demi mendapatkan pertolongan. Kita pastikan fasilitas dan jalannya diperbaiki bersama-sama,” pungkas Bobby.(Smt)

Komentar

