Presiden Prabowo Bahas Penguatan Ekonomi Nasional Bersama Tokoh Ekonomi: Stabilitas Keuangan, DHE, dan Tata Kelola SDA Jadi Fokus Utama.

Iklan Semua Halaman

.

Presiden Prabowo Bahas Penguatan Ekonomi Nasional Bersama Tokoh Ekonomi: Stabilitas Keuangan, DHE, dan Tata Kelola SDA Jadi Fokus Utama.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 23 Mei 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto, Menerima Sejumlah Tokoh Ekonomi Nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jum'at (22/05/2026). [Gambar: Setkab RI / MEDIA-DPR.COM)


JAKARTA | MEDIA-DPR.COM. Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jum'at (22/05/2026). 


Pertemuan tertutup ini menjadi momen strategis untuk membahas berbagai agenda krusial guna memperkokoh ketahanan ekonomi, menjaga stabilitas sektor keuangan, serta merumuskan langkah antisipatif menghadapi gejolak dan dinamika perekonomian global yang terus berubah.sumber: Setkab RI,MEDIA-DPR.COM Sabtu (23/05/2026).

 

Dalam pertemuan yang berlangsung intens tersebut, dibahas tiga pilar utama kebijakan ekonomi yang akan menjadi prioritas pemerintah, antara lain:

 

01. Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas sektor keuangan sebagai tulang punggung perekonomian. 


Hal ini akan ditempuh melalui penguatan regulasi dan pengawasan perbankan yang lebih ketat, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) secara konsisten, serta peningkatan koordinasi yang lebih erat antarotoritas ekonomi dan keuangan agar kebijakan yang diambil terintegrasi dan saling menguatkan.

 

02. Percepatan Implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE)

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah mempercepat realisasi kebijakan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Kebijakan ini ditargetkan mampu mempertebal cadangan devisa nasional sekaligus menjadi penyangga utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap kompetitif dan terjaga dari guncangan eksternal.

 

03. Pembenahan Ta7ta Kelola Sumber Daya Alam Lewat Danantara

Pemerintah juga menegaskan arah kebijakan baru dalam pengelolaan kekayaan alam. Ekspor sumber daya alam akan ditata ulang dan dikelola secara terpusat dan profesional melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). 


Tujuannya jelas: meningkatkan penerimaan negara secara signifikan, menghentikan praktik kebocoran nilai tambah, serta memastikan manfaat ekonomi dari kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati secara maksimal dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang.


Pembenahan struktural di berbagai sektor akan terus dipercepat demi menjaga ketahanan ekonomi nasional, serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap kokoh meski berada di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

 

Pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pakar ekonomi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (2003–2008) Burhanuddin Abdullah, 


Menteri PPN/Kepala Bappenas (2005–2009) Paskah Suzetta, Wakil Menteri PPN/Bappenas (2010–2014) Lukita Dinarsyah Tuwo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.(Red)

close