Sarma Hutajulu S.H., di Musancab PDI Perjuangan Tapteng: Dinamika Biasa Bukti Cinta Partai, Jangan Biarkan Kepentingan Pribadi Sandera Langkah Strategis

Iklan Semua Halaman

.

Sarma Hutajulu S.H., di Musancab PDI Perjuangan Tapteng: Dinamika Biasa Bukti Cinta Partai, Jangan Biarkan Kepentingan Pribadi Sandera Langkah Strategis

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Minggu, 31 Mei 2026
Sarma Hutajulu S.H. di Musancab PDI Perjuangan Tapteng: Dinamika Biasa Bukti Cinta Partai, Jangan Biarkan Kepentingan Pribadi Sandera Langkah Strategis Sabtu (30/05/2026) [Gambar: PDI Perjuangan Tapteng / MEDIA-DPR.COM)


TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), memasuki babak penting. Dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar Sabtu (30/05/2026), 


Sarma Hutajulu S.H. menyampaikan pesan-pesan strategis, tajam, dan membangun jiwa korsa. Ia berbicara bukan hanya sebagai pemimpin proses, tapi sebagai kader yang mengingatkan kembali pada akar perjuangan, disiplin, dan arah tujuan besar partai menuju pertarungan politik tahun 2029 mendatang.

 

Sarma Hutajulu menyampaikan bahwa selama dua hari terakhir, ia bersama Samulya Surya Indra dan Masnauli Sinaga telah bertugas memimpin pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di berbagai wilayah. 


Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses wajib lima tahunan sekaligus bentuk nyata implementasi dari konsep "5 Mantap": 

* Mantap Ideologi,

*'Mantap Organisasi, 

* Mantap Kader, 

* Mantap Program, dan 

* Mantap Sumber Daya.

 

PERBEDAAN PENDAPAT ITU WAJAR, BUKTI KECINTAAN.

Menyikapi dinamika dan perbedaan pandangan yang kerap mewarnai proses demokrasi internal partai, Sarma menegaskan hal itu adalah hal yang biasa, wajar, dan justru menjadi tanda kesehatan organisasi.

 

"Dinamika internal dan perbedaan pendapat dalam tubuh partai adalah hal yang biasa. Justru hal itu menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan kepedulian kita terhadap PDI Perjuangan. Kader yang diam saja, yang acuh tak acuh, itulah yang harus kita khawatirkan," ujar Sarma Hutajulu di hadapan para pengurus dan kader.

 

Meski demikian, ada garis tegas yang tidak boleh dilanggar. Setelah seluruh pendapat disampaikan dan keputusan diambil secara musyawarah, maka kewajiban setiap kader adalah tunduk, patuh, dan loyal. Hal ini sejalan dengan tagline utama partai: Disiplin, Loyal, dan Ikhlas.

 

Ia juga mengingatkan agar kader tidak memandang struktur organisasi hanya sebatas wilayah kecamatan. "Masih ada badan dan sayap partai, masih ada ruang berkarya yang luas di berbagai tingkatan selain di kecamatan. Jangan mempersempit makna pengabdian hanya pada satu titik," tegasnya.

 

PESAN TEGAS KETUA UMUM: JANGAN SANDERA PARTAI DEMI KEPENTINGAN SENDIRI.

Poin paling tajam dan menjadi perhatian utama dalam arahan Sarma Hutajulu adalah pengulangan pesan lantang dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri.


Ia mengingatkan seluruh kader Tapteng untuk benar-benar mencamkan pesan itu:"Kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok tidak boleh, dan tidak akan pernah boleh, menyandera kepentingan strategis partai."

 

Pesan ini menjadi pengingat keras bahwa organisasi ada untuk tujuan besar bangsa dan rakyat, bukan untuk kendaraan ambisi individu atau kelompok kecil. 


Evaluasi kepartaian yang sedang berjalan, kata Sarma, semata-mata bertujuan untuk mensolidkan barisan, merapikan jajaran, dan memastikan "mesin politik" partai dalam kondisi prima, kuat, dan siap tempur menghadapi pertarungan besar politik nasional dan daerah pada tahun 2029 nanti.

 

Di akhir penyampaiannya, Sarma Hutajulu mengucapkan selamat bertugas dan selamat berkarya bagi seluruh pengurus PAC  PDI Perjuangan, yang baru saja terpilih dan dilantik di seluruh Indonesia, termasuk di Tapteng.


Ia berharap semangat konsolidasi ini menjadikan PDI Perjuangan semakin kokoh, semakin dicintai rakyat, dan semakin siap membawa perubahan nyata.

(Demak MP Panjaitan/Pance)


close