Sarma Hutajulu, S.H.: Saya Tak Terima Dilabeli "Manusia Jahanam", Berani? Jumpa Langsung, Jangan Sembunyi di Balik Hoaks!

Iklan Semua Halaman

.

Sarma Hutajulu, S.H.: Saya Tak Terima Dilabeli "Manusia Jahanam", Berani? Jumpa Langsung, Jangan Sembunyi di Balik Hoaks!

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Senin, 25 Mei 2026


Sarma Hutajulu, S.H.: Saya Tak Terima Dilabeli "Manusia Jahanam", Berani? Jumpa Langsung, Jangan Sembunyi di Balik Hoaks!

 

SUMUT | MEDIA-DPR.COM. Saya tidak pernah mengaku diri ini orang yang paling baik. Tapi ketahuilah, saya juga tidak akan pernah diam dan terima begitu saja jika nama baik saya diinjak-injak, apalagi dilabeli sebagai "Manusia Jahanam" oleh orang-orang yang tidak berwujud, yang kerjanya cuma menebar kebencian dan fitnah.

 

Beberapa hari terakhir ini, banyak teman-teman, kerabat, dan orang-orang yang peduli menyampaikan kabar dan mengirimkan tautan video di media sosial. Isinya sangat kejam, penuh rekayasa, dan menuduh kami seolah-olah ini-itu, dicap sebagai manusia jahat yang merugikan daerah. 


Banyak pihak yang marah besar dan menganjurkan saya melaporkan mereka ke jalur hukum UU ITE. Namun, saya berpikir ulang: untuk apa meladeni mereka yang jiwanya memang sudah gelap? Itu hanya akan membuang-buang energi saya saja.


Diunggah oleh: Sarma Hutajulu S.H. | Akun: TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN (TBUP) | Senin, 25 Mei 2026 Jadi sumber MEDIA-DPR.COM.

Memang sudah beberapa akun penyebar kebencian itu saya laporkan ke Polda Sumut. Tapi jujur saja, proses hukumnya terasa sangat lambat. Selalu ada alasan berbelit-belit, mulai dari menunggu pemeriksaan ahli, verifikasi data, dan seterusnya. 


Akibatnya, mereka yang gemar memecah belah dan mencemarkan nama baik itu makin menjadi-jadi, merasa menang, dan terus menebar racun ke publik.

 

Saya bertanya dalam hati: Kapanlah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), ini bisa maju dan berkembang kalau masyarakatnya terus-menerus disuguhi berita bohong, hoaks, dan informasi yang tidak benar?

 

Selama ini, apa yang saya lakukan hanyalah memberikan sumbangan pemikiran, memberikan bantuan, dan berjuang agar Tapteng ini bisa bangkit kembali, khususnya pasca bencana yang menimpa kita. 


Saya berjuang agar daerah ini mendapatkan pemimpin yang benar-benar memikirkan kesejahteraan rakyatnya, bukan pemimpin yang hanya memikirkan dirinya sendiri.

 

Ingat baik-baik: Tak pernah sedikit pun terpikir oleh saya untuk mengeruk keuntungan pribadi dari Tapteng ini. 


Rezeki saya sudah cukup dan bahkan berlebih yang Tuhan berikan melalui pekerjaan yang saya geluti dengan keras, jujur, dan senantiasa menjaga integritas diri. Harta saya halal, nama baik saya saya jaga mati-matian.


Maka untuk kalian semua, para pembuat label "5 Jahanam" dan sebutan kotor lainnya, dengarkan ini baik-baik:


Jangan kalian kambing hitamkan kami, jangan kotori niat baik kami, hanya untuk memuluskan hasrat, ambisi, dan keinginan kalian yang tidak mulia itu! Berhentilah menyebar hoaks, berhentilah mencemarkan nama baik orang lain!

 

Kalian berani menuduh, berani memfitnah, berani memberi cap jahat? Kalau benar kalian punya nyali, kalau kalian punya alasan yang jelas dan benar, jumpa saya secara langsung!

 

Kita bicarakan, kita buktikan, kita hadapi. Jangan cuma berani di balik layar, jangan cuma berani di media sosial, jangan sembunyi-sembunyi seperti pengecut. 


Duel kita, kita selesaikan secara jantan biar semuanya jelas. Jangan kau pikir awak ini tak punya nyali untuk membela kehormatan diri dan perjuangan rakyat!

Ditulis oleh Demak MP Panjaitan Pance MEDIA-DPR

close