Sebelum Peringatan Kenaikan Yesus: Kunjungi 85 Rumah Hagus Dilalap Api, HKBP Salurkan Bantuan Rp 80 Juta Bagi Korban.

Iklan Semua Halaman

.

Sebelum Peringatan Kenaikan Yesus: Kunjungi 85 Rumah Hagus Dilalap Api, HKBP Salurkan Bantuan Rp 80 Juta Bagi Korban.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Kamis, 14 Mei 2026
Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, Melakukan Kunjungan Kasih ke Lokasi Musibah Kebakaran yang Melanda Wilayah Tersebut pada 5 Mei lalu.



LHOKSEUMAWE | MEDIA-DPR.COM. Menjelang ibadah peringatan Kenaikan Tuhan Yesus, para pimpinan dan jemaat HKBP melakukan kunjungan kasih ke lokasi musibah kebakaran yang melanda wilayah tersebut pada 5 Mei lalu. 


Di sana terlihat pemandangan yang menyayat hati: sebanyak 85 rumah warga rata dengan tanah dan hangus dilalap si jago merah. 


Di antara para korban, tercatat 40 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP),:hingga kini masih bertahan hidup dan berteduh di ruang bawah tanah (basement) gereja, menanggung duka sekaligus ketidakpastian masa depan.

 

Dalam kunjungan penuh haru itu, pihak HKBP menyerahkan bantuan dana sosial sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas. info Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, kepada MEDIA-DPR.COM. Kamis (14/05/2026).


Bantuan yang disalurkan bersumber dari Kantor Pusat HKBP sebesar Rp. 40 juta, Distrik Binjai Langkat Rp.30 juta, dan Resort Langsa Rp.10 juta, sehingga total terkumpul senilai Rp 80 juta. 


Bantuan ini diserahkan sekadar untuk meringankan beban, mengingat kebutuhan pemulihan dan pembangunan kembali tempat tinggal memerlukan kerja sama besar, baik antar warga, gereja, maupun dukungan dari Pemerintah Daerah.

 

"Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, melainkan rumah kasih yang saling menopang di saat paling sulit. 


Uluran tangan dan solidaritas kita semua, bersama pemerintah, sangat dibutuhkan agar saudara-saudara kita dapat kembali menata kehidupan dengan harapan baru," ujar perwakilan HKBP di lokasi.

 

Momen peringatan Kenaikan Tuhan Yesus kali ini pun menjadi makin dalam maknanya dan sangat relevan dengan situasi yang sedang dialami jemaat di Lhokseumawe. 


Berdasarkan penjelasan firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:11, terdapat makna teologis yang menguatkan hati. 


Kata yang diterjemahkan sebagai “meninggalkan” dalam teks asli bahasa Yunani adalah analēmphtheis, yang berakar kata analambanō. Makna utamanya bukanlah sekadar “pergi dan berpisah”, melainkan “mengangkat, membawa naik, menerima ke dalam kemuliaan”.

 

Secara teologis, Kenaikan Yesus bukan kisah tentang ketidakhadiran atau ditinggalkan sendirian, melainkan tentang pemuliaan dan pengukuhan pemerintahan-Nya. 


Ia tidak pergi meninggalkan murid-murid atau kita semua seperti yatim piatu, melainkan masuk ke dalam kemuliaan Bapa namun tetap hadir, menyertai, dan menjangkau umat-Nya di mana pun berada, termasuk di tengah puing-puing musibah dan duka warga Lhokseumawe saat ini.

 

HKBP Lhokseumawe sendiri merupakan wadah rohani yang menaungi 80 Kepala Keluarga, serta selalu dipenuhi kehadiran para mahasiswa dari berbagai daerah yang beribadah setiap hari Minggu dan hari raya gerejawi. 


Di tengah musibah ini, gereja makin tampil sebagai benteng harapan dan tempat berlindung yang nyata bagi seluruh jemaat maupun masyarakat sekitar.

 

Kiranya kasih Tuhan yang nyata dalam peristiwa Kenaikan-Nya itu menggerakkan hati banyak orang, lembaga, maupun pemerintah, untuk hadir menjadi penguat dan penolong bagi mereka yang sedang bergumul memulihkan kehidupan pasca bencana.(Red).

close