Jalan di Desa Lobu Tua Kecamatan Andan Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) :[Gambar : Moranaluhole Tangunan / MEDIA-DPR.COM)TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Sebuah unggahan tajam dan penuh pertanyaan besar menyita perhatian publik di media sosial. Di akun Moranaluhole Tangunan, disampaikan kritik keras sekaligus harapan besar terkait pengelolaan Dana Desa dan kondisi pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Unggahan ini menjadi suara hati masyarakat yang merasakan ketimpangan antara anggaran yang masuk dengan kenyataan yang ada di lapangan. sumber: MEDIA-DPRM.COM Diunggah di akun Moranaluhole Tangunan Rabu, 20 Mei 2026
Berikut isi lengkap tulisan yang menyentuh hati dan mengundang refleksi bersama tersebut:
“Jika dihitung-hitung jumlah banyaknya DANA DESA yang masuk ke desa ini sejak tahun 2017 hingga 2025, seharusnya pemandangan jalan rusak, berlubang, dan sulit dilalui seperti ini sudah tidak ada lagi sama sekali.
Namun, apa boleh buat? Kemungkinan besar dana yang begitu besar itu selama ini tidak digunakan dengan benar, tepat sasaran, dan diawasi dengan ketat.
Kenyataan inilah yang mendorong warga, saat Pemilihan Kepala Daerah yang lalu, untuk menaruh harapan besar kepada Bapak Bupati yang kini menjabat, agar beliau berani dan tegas memberantas praktik 'panako' atau penyelewengan Dana Desa yang selama ini merugikan rakyat.
Namun, apa mau dikata? Harapan masyarakat seolah kandas di tengah jalan, masalah ini seakan tak berujung dan tak ada kejelasan penindakannya.
Sebenarnya, masyarakat di sini tidak terlalu berharap pelaku penyelewengan ini harus diproses hukum atau diadili.
Namun, ada satu harapan besar yang kami panjatkan: jika diketahui ada dana yang 'ditakko' atau dibawa lari/disalahgunakan, alangkah baiknya para pelaku berhati nurani untuk mengembalikan uang tersebut.
Kembalikan untuk pembangunan desa, bukan digunakan untuk membangun kekayaan pribadi para penggunanya atau mereka yang berperan di dalamnya.
Semoga dengan melihat kondisi jalan desa yang memprihatinkan ini, Pak Bupati dapat berkomunikasi dan berbicara baik dengan para Kepala Desa.
Dimohon kiranya dana yang hilang atau menyimpang itu dikembalikan sebelum nantinya diperiksa dan diaudit oleh Inspektorat Daerah.
Jika hal ini dilakukan, saya yakin Pak Kepala Desa pun pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki jalan rusak ini, apalagi jika memang saat ini anggaran dari Pemerintah Daerah tidak tersedia untuk perbaikan jalan desa.
Jika seluruh desa di Tapteng, melakukan hal yang sama, yaitu berani memperbaiki kesalahan dan mengembalikan hak rakyat, maka niscaya impian besar kita untuk mewujudkan Tapteng Naik Kelas, yang adil dan sejahtera untuk semua, akan segera terwujud nyata.”
Unggahan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mulai kritis dan mengawasi penggunaan keuangan negara, serta menaruh harapan besar agar pembangunan benar-benar dinikmati oleh warga, bukan hanya menjadi cerita di atas kertas.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance

Komentar
