PEKANBARU | MEDIA-DPR COM. Sebuah peristiwa biadab dan sangat menyayat hati mengguncang masyarakat. Ibu Rumah Tangga bernama Dumaris Boru Sitio (60) ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya, Jalan Kurnia II, Kelurahan Limbungan Baru, Rumbai, Pekanbaru, Jum'at (01/05/2026).
Fakta yang terungkap jauh lebih memilukan. Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan dan perampokan yang dilakukan oleh orang terdekatnya sendiri, yakni mantan menantunya berinisial AF, yang diduga bertindak bersama tiga orang lainnya.
Kepolisian melalui rekaman CCTV dan olah TKP menemukan fakta bahwa pelaku bertindak sangat licik. Sebelum melakukan aksinya, mereka terlihat bersikap sopan dan sempat menyalami korban.
"Bagaikan serigala berbulu domba, di balik jabatan tangan dan tanda hormat itu tersimpan niat jahat yang sangat gelap. Mereka datang bukan untuk berkunjung, melainkan untuk merenggut nyawa dan mengambil harta," ujar keterangan dalam berita.
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, korban meninggal dunia akibat luka berat di kepala akibat dipukul menggunakan balok kayu. Pelaku juga diduga merusak kamera pengawas di dalam rumah setelah melakukan aksinya.
Terungkap bahwa pelaku AF sudah tidak tinggal serumah dengan korban karena hubungan rumah tangganya dengan anak korban sudah tidak harmonis. Namun, meski sudah pisah rumah, AF masih sering datang meminta uang kepada ibu mertuanya tersebut dan sering dikabulkan.
Dalam kejadian naas itu, suami korban, Salmon Meha, sempat mengajak istrinya keluar sekitar pukul 08.00 WIB, namun korban memilih tinggal di rumah. Saat ia kembali sekitar pukul 11.00 WIB, istrinya sudah ditemukan tidak bernyawa.
Selain nyawa yang melayang, sejumlah barang berharga raib dibawa kabur, termasuk perhiasan, paspor, uang tunai asing, hingga cincin pernikahan milik suami korban.
Polisi: Identitas Sudah Dikantongi, Buron Pelaku
Kepolisian menyatakan kasus ini menjadi perhatian serius Kapolda Riau. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa empat saksi dan mendalami rekaman CCTV.
"Identitas pelaku sudah kami kantongi. AF ini anak menantu korban dan dalam CCTV terlihat jelas ia datang bersama tiga orang lain dan melakukan penganiayaan," tegas Pandra.
Pihak kepolisian kini sedang melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku. Masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka diminta segera melapor ke Call Center 110 atau polisi terdekat.
"Kami akan terus mengejar mereka di mana pun berada. Keadilan harus ditegakkan, dan kekejaman seperti ini tidak boleh ada di tengah masyarakat," tegas Pandra.
Selamat jalan Ibu Dumaris. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan. Amin.
Sumber: MEDIA-DPR.COMUnggahan: Akun Facebook Mom's Felix (Kabar Humbang Hasundutan)

Komentar

