Hardiknas 2023, Sejenak Mengenang Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Iklan Semua Halaman

.

Hardiknas 2023, Sejenak Mengenang Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Staff Redaksi Banten
Selasa, 02 Mei 2023

TAPTENG|MEDIA-DPR.COM. Kenapa Tanggal 02 Mei hari pendidikan ?


Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal 02 Mei sendiri merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara.


Dialah Bapak Pendidikan Indonesia. Julukan itu sangatlah pantas untuk disematkan untuk seorang pemuda bangsawan yg rela melepas jubah kebangsaannya yg ikhlas untuk bergaul dan merakyat.


Kenapa 2 Mei hari pendidikan?

Pemerintah telah menetapkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal 2 Mei sendiri merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara.


Ki Hajar Dewantara, jarang kita tau, sebelum menggagas filosofi pendidikan kita, beliau memulai langkahnya menjadi aktivis, pejuang, dan wartawan cerdas yg tajam dlm mengkritik penjajahan.


Terlahir dalam keluarga bangsawan dgn nama RM. Soewardi Soerjaningrat yg konon kabarnya ia lahir dalam kondisi tubuh yg sedikit berbeda, sampai-sampai sang Ayah memberi nama pena yg lucu untuknya. 


Namun menurut sahabat sang Ayah, bentuk fisik inilah yg menandakan sang bayi kelak akan berpengaruh besar nantinya.


Sebagai putra bangsawan, pastinya mempunyai hak istimewa yg tidak dimiliki oleh anak-anak pada umumnya.


Dikala muda ia dapat kesempatan untuk bersekolah dokter di Batavia secara cuma-cuma.


Namun sayangnya, dikarenakan sering sakit-sakitan dan hal itu menjadikan ia tidak naik kelas, akhirnya di cabutlah beasiswa untuknya, yang walaupun juga pencabutan juga dicurigai ada muatan unsur politis dibaliknya.


Gagal menjadi seorang dokter tidaklah membuat Soewardi hilang arah, bahkan dia menemukan kekuatan baru dgn bersenjatakan kertas dan pena. 


Tulisan-tulisan Soewardi mampu menarik perhatian dua Pemuda yang juga tengah membangun pergerakan, mereka adalah dokter Tjipto da Douwes Dekker. 


Yang akhirnya ketiganya bahu membahu menyebarkan ide Indonesia Merdeka melalui Indische Partij yg tak lain adalah Partai Politik pertama kali di nusantara.


Soewardi makin garang mengkritik ketidakadilan yang menimpa bangsanya. Puncaknya ia menuliskan sebuah kritik tajam kepada penjajah. 


Alhasil suara Soewardi dianggap keterlaluan oleh penjajah, dan akhirnya tiga sekawan itu dibuang ke Negeri Belanda.


Raga bisa saja diasingkan, tapi jiwa membara itu tegar dan membara.


Saat di pengasingan justru Soewardi tercerahkan, ia mengenal gagasan pendidikan dari tokoh-tokoh besar yang nantinya akan dijadikan senjata dalam arena pertempuran melawan penjajahan.


Singkatnya, sepulang ia dari pengasingan, jalan terjal masih dilaluinya, Soewardi lagi-lagi harus berhadapan dengan pihak kolonial hingga akhirnya ia dijebloskan dalam penjara.


Dalam kamar yang sempit dan pengap hatinya gelisah mendengar kabar kalau istrinya mengalami pendarahan parah sehabis melahirkan anak ketiga.


Lalu disinilah titik balik itu.


Pada satu kesempatan sang istri mengingatkan janjinya kepada sang guru, untuk ia bersedia mendidik kaumnya yg tertindas. 


Bagai mendapatkan ilham, Soewardi segera lahir dan menjadi sosok seorang yang baru.


Benar sekali..  ketika ia bebas, segera lekas bergegas mendirikan sebuah sekolah dan di beri nama 'Taman Siswa', sebuah jalan yang ia pilih untuk memperkuat rakyat dengan senjata ysng bernama 'pendidikan'. 


Ia juga menanggalkan nama kelahirannya, dari RM. Soewardi Soerjaningrat menjadi nama panggilan yg setara Ki Hajar Dewantara. 


Memang tidak dapat ditampik, mimpinya sangat besar bahkan melampaui jaman. 


Cita-citanya sangat mulia yaitu ingin memerdekakan bangsa ini, bukan hanya dari penjajahan bangsa-bangsa lain, tapi juga memerdekakan rakyat dari kebodohan yg memenjara.


Inilah sumbangsih terbesar yg membuatnya dikenang sebagai: "Bapak Pendidikan Pendidikan".


Tidak dapat dipungkiri, butuh tiga dekade lebih bagi tiga serangkai sampai hasil dari cita-cita mereka dapat kita nikmati hingga sekarang ini.


Sekarang giliran kita untuk menentukan mimpi dan cita-cita besar bagi Indonesia untuk masa depan. (Rossy)

close