TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Nama Ribu Simatupang, warga Sibuluan Kecamatan Pandan, bukan lagi nama asing di telinga masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Ia, dikenal luas sebagai aktivis peduli pembangunan yang konsisten, kritis, dan tak kenal lelah mengawasi jalannya pembangunan di daerah ini sejak tahun 2000 silam, tepatnya di era pemerintahan Bupati Drs. Tuani Lumban Tobing M.Si., hingga saat ini.
Kegigihannya menyuarakan aspirasi warga kembali membuahkan hasil nyata dan menjadi sorotan publik.
Salah satu perjuangan terbesarnya yang sempat viral dan menjadi pembicaraan hangat adalah terkait kondisi Jalan Provinsi yang menghubungkan Tugu Ikan Sibuluan (Kecamatan Pandan) hingga ke Aek Horsik (Kecamatan Badiri). Jalan tersebut bertahun-tahun rusak parah, berlubang, dan menyulitkan mobilitas warga, namun belum mendapat perhatian serius.
Tahun 2025 lalu, Ribu bergerak tegas. Lewat video yang diunggah di akun Facebook pribadinya, ia menyampaikan keluhan keras dan menyoroti langsung Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution S.E., M.M.
Aksi protesnya sangat unik, berani, dan penuh makna: ia menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, bahkan memelihara ikan lele di dalam kubangan air jalan yang menganga lebar.
Aksi itu menjadi simbol keras bahwa jalan raya beralih fungsi menjadi lahan "pertanian dan perikanan" karena rusaknya yang parah.
Suara lantang dan aksi nyata Ribu Simatupang tak sia-sia. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), merespons cepat.
Tak lama berselang, dilakukan penimbunan menggunakan kerikil dan material bangunan sebagai penanganan awal.
Dan puncaknya pada tahun 2026 ini, harapan masyarakat akhirnya terwujud: Pemprovsu resmi merespons dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan tersebut secara menyeluruh dan permanen.
Merasa bangga dan bersyukur atas terkabulnya aspirasi warga, Ribu Simatupang kembali mengunggah video terbarunya pada Selasa (26/05/2026).
Dalam kesempatan itu, ia tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendengar dan memperjuangkan keluhan masyarakat.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Terima kasih juga kepada Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan IX, Bapak Rahmansyah Sibarani S.H., M.H. (Fraksi Nasdem), Bapak Victor Silaen (Fraksi Partai Golkar), Bapak Poltak Sianturi, serta seluruh Anggota DPRD Sumut lainnya dan Bapak Kepala Dinas PUTR Sumut. Kalian telah membuktikan bahwa suara rakyat didengar," ujar Ribu dengan nada haru dan bangga dalam videonya.
Ia pun berharap, pembangunan jalan yang sudah lama dinanti-nantikan ini dapat berjalan terlaksana dengan baik, lancar, berkualitas, dan tuntas tanpa hambatan apa pun, demi kenyamanan dan kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah Pantai Barat Sumatera Utara.
Kisah Ribu Simatupang kembali mengingatkan kita: Konsistensi mengawasi dan menyuarakan kebenaran adalah kunci perubahan. Aksi protes yang santun namun tegas, akan selalu didengar dan diperhitungkan oleh pemimpin.
Ditulis oleh Lisberth Manik S.E. Jurnalis MEDIA-DPR.COM.
Editor: Demak MP Panjaitan/Pance

Komentar

