Waspada Bahaya Buaya di Sungai Saga Matua! Pemuda 20 Tahun Tewas Diserang, Polisi Imbau Warga Jauhi Perairan (Gambar: Humas Polres Tapteng / MEDIA-DPR.COM)TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Kabar duka sekaligus peringatan keras menyelimuti warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut).
Seorang pemuda Inizial BS (20), ditemukan meninggal dunia dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya di aliran Sungai Saga Matua.
Kejadian ini menggetarkan seluruh masyarakat, setelah proses pencarian berlangsung dramatis dari Rabu (27/05/2026) malam hingga dini hari Kamis (28/05/2026) sebelum akhirnya jenazah korban ditemukan dalam kondisi memilukan.
Peristiwa bermula saat suara lonceng gereja di desa tersebut berbunyi bertalu-talu, menjadi tanda bahaya sekaligus panggilan darurat bagi warga untuk berkumpul.
Saat itu, korban dikabarkan hilang terseret atau diserang saat berada di perairan sungai. Mendapat kabar itu, warga berbondong-bondong dibantu aparat segera melakukan penyisiran.
Pencarian awal sudah dilakukan pada Rabu malam (27/05/2026) oleh Kanit Intelkam Polsek Manduamas Polres Tapteng Polda Sumut, bersama Bhabinkamtibmas dan warga, menyusuri arus sungai ke arah hilir sejauh 200 meter.
Namun, karena kondisi gelap gulita dan minim penerangan, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan tim pencari.
Pagi belum menyingsing, tepatnya sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi, upaya keras warga membuahkan hasil.
Jasad korban berhasil ditemukan terapung di aliran sungai tersebut. Mendapat laporan itu, tim dari Polsek Manduamas yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Francyus Sinaga, S.H., segera bergerak ke lokasi didampingi dokter Puskesmas Manduamas, dr. Berry Sihotang.
Di tengah perjalanan, tim mendapatkan informasi bahwa jenazah sudah lebih dulu dievakuasi dan dibawa keluarga ke rumah duka.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi dan pengamatan fisik pada jenazah, terdapat tanda-tanda gigitan dan luka yang sangat menguatkan dugaan bahwa korban diserang secara tiba-tiba oleh buaya yang hidup dan aktif berkeliaran di perairan tersebut.
Kapolsek Cek TKP, Beri Bantuan dan Pendekatan Kemanusiaan
Pasca kejadian, Kapolsek Manduamas, AKP Maruli Tua Simanjorang, S.H., langsung memimpin tim melakukan pengecekan mendalam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di seputaran Sungai Saga Matua.
Tujuannya untuk memastikan keamanan, memantau pergerakan satwa, dan memetakan titik rawan agar tidak ada korban berikutnya.
Usai meninjau lokasi, Kapolsek beserta jajaran Kanit Reskrim dan Intelkam bergegas menuju rumah duka untuk melayat sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga korban.
Kehadiran ini juga dalam rangka menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas nama Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., Info Polres Tapteng Kamis (28/05/2026).
Sebagai wujud kepedulian dan dukungan moral, pihak kepolisian menyerahkan bantuan berupa uang duka, logistik, serta memfasilitasi mobil ambulans untuk kelancaran proses pemakaman.
Merespons kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga meyakini kematian ini murni akibat serangan hewan liar, dan sepakat untuk menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan otopsi (Visum et Repertum).
Koordinasi dengan BKSDA, PERINGATAN KERAS Bagi Warga
Menanggapi kasus fatal ini, Polres Tapteng mengambil langkah strategis untuk memutus rantai bahaya.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna melakukan pemantauan lebih lanjut dan merumuskan langkah penanganan tepat terkait keberadaan satwa buaya di kawasan tersebut.
Poin paling penting dan menjadi perhatian khusus bagi seluruh masyarakat, Polres Tapteng mengeluarkan imbauan tegas:
"Warga, khususnya yang bermukim di bantaran sungai atau yang memiliki aktivitas di sekitar perairan Sungai Saga Matua, WAJIB meningkatkan kewaspadaan setinggi-tingginya. Hindari aktivitas di pinggir maupun masuk ke dalam air, jangan mandi, mencuci, atau mengambil air sendirian, dan jauhi lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya. Nyawa jauh lebih berharga daripada keperluan lain, jangan meremehkan bahaya yang ada."
Pemerintah dan aparat keamanan berkomitmen untuk terus memantau kawasan ini, namun keselamatan diri masing-masing sangat bergantung pada kehati-hatian.
Kejadian memilukan pada pemuda BS ini menjadi bukti nyata dan peringatan nyaring: Bahaya nyata ada di Sungai Saga Matua, berhati-hatilah dan lindungi nyawa Anda.
(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar
