Dulu Mengurus Makan Gratis, Kini "Diurus" di Balik Jeruji Besi Sabtu (06/062026) Gambar: Rejeki Ayu / MEDIA-DPR.COM.
JAKARTA | MEDIA-DPR.COM.Sebuah ironi pahit menyelimuti salah satu program prioritas nasional. Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan tiga mantan pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.
Ketiga pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah:
01. Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN)
02. Sony Sanjaya (Mantan Wakil Kepala BGN)
03. Lodewyk Pusung (Mantan Wakil Kepala BGN)
Setelah resmi dicopot dari jabatannya oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ketiganya kini langsung dikenakan status tahanan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).
Mereka pun terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda, menjadi pemandangan yang kontras dan menyita perhatian publik.
Ironi yang Menyentuh Hati
Sebuah sindiran yang menyebar luas di masyarakat dan media sosial (Medsos,),'menggambarkan realita yang memilukan:
Mereka yang dulunya dipercaya merancang, mengatur, dan mengurus penyediaan makanan bergizi gratis bagi jutaan anak bangsa, kini justru berakhir "diurus" oleh negara dan harus menerima jatah makanan di balik jeruji besi.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga sekaligus pengingat keras bagi seluruh penyelenggara negara.
Program yang seharusnya menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi penerus, justru ternodai oleh dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara dan hak anak-anak.
Unggahan ini disampaikan melalui akun Facebook Rejeki Ayu di Purbaya Menteri Keuangan pada Sabtu (06/06/2026), sebagai bahan perenungan bersama.
Diharapkan peristiwa ini menjadi inspirasi agar setiap pejabat publik senantiasa menjaga amanah, bekerja dengan jujur dan transparan, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Jangan sampai kepercayaan yang diberikan berujung pada kehancuran diri sendiri dan pengkhianatan terhadap negara.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan,/Pance MEDIA-DPR.COM.

Komentar

