PANDAN | MEDIA-DPR.COM. Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H. menghadiri Studium Generale di Kampus Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STPK) Matauli, Kamis (09/07/2026).
Kegiatan bertema “Peran STPK Matauli dan Alumni dalam Pembangunan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045” menghadirkan pakar kemaritiman sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.Sumber: Disintokom Tapteng Jum'at (10/07/2026).
Masinton menyampaikan apresiasi atas peran STPK Matauli mencetak SDM unggul. Ia menegaskan Tapteng, memiliki aset garis pantai sepanjang 200 km, namun sebagian besar masih dikelola secara tradisional dan belum memberikan dampak ekonomi maksimal bagi rakyat.
“Kami ingin bangun sinergi strategis dengan Yayasan dan STPK Matauli. Potensi laut kita besar, harus diubah menjadi kesejahteraan nyata. Kita juga berencana mengusulkan wilayah ini sebagai bagian warisan budaya dan sejarah jalur Pantai Barat Sumatera,” ujar Masinton.
Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan Tapteng memiliki modal alam luar biasa. Ia menyarankan fokus 3–5 tahun ke depan pada tiga sektor utama:
01. Budidaya Laut Bernilai Tinggi: Kembangkan lobster, udang vaname, dan rumput laut.
02. Hilirisasi Perikanan Tangkap: Bangun pabrik pengolahan ramah lingkungan agar hasil laut tidak hanya dijual mentah, tapi bernilai jual tinggi.
03. Pariwisata Bahari Kelas Dunia: Poles keindahan alam yang sudah ada dengan fasilitas memadai, penataan destinasi setara Maladewa, serta perbaikan aksesibilitas.
Hadir dalam acara ini perwakilan Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Joneri Sihite S.E., OPD, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.
Sinergi ini diharapkan menjadikan Ekonomi Biru sebagai penggerak utama kemajuan Tapanuli Tengah menuju kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Demak MP Panjaitan/Pance

Komentar



