Ephorus HKBP: Wisuda Bukan Garis Akhir, 53 Wisudawan STGH HKBP Sipoholon Dikirim Menjadi Terang dan Pengharapan di Tengah Dunia

Iklan Semua Halaman

.

Ephorus HKBP: Wisuda Bukan Garis Akhir, 53 Wisudawan STGH HKBP Sipoholon Dikirim Menjadi Terang dan Pengharapan di Tengah Dunia

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 25 September 2026
53 Lulusan STGH HKBP Sipoholon Resmi Diwisuda, Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Pintu Awal Melayani. Jumat (25/09/2026) / MEDIA-DPR.COM 


SIPOHOLON | MEDIA-DPR.COM.Keluarga besar Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP Sipoholon bersukacita memuji Tuhan atas terselenggaranya ibadah dan penyerahan wisudawan-wisudawati, Jumat (25/09/2026). Sebanyak 53 orang telah menyelesaikan satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan panggilan hidup mereka.

 


Dalam sambutannya, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., menyampaikan pesan yang penuh makna: "Wisuda bukanlah sekadar penanda berakhirnya sebuah proses akademik, melainkan sebuah batu peringatan bahwa Tuhan telah menyertai setiap langkah, perjuangan, air mata, doa, dan kerja keras hingga sampai pada hari yang penuh sukacita ini." disampaikan oleh: Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST.., Jumat (25/09/2026). MEDIA-DPR.COM.

 


Ephorus mengingatkan bahwa wisuda bukan garis akhir, melainkan pintu yang membuka perjalanan baru dalam panggilan melayani Tuhan, Gereja, dan sesama. Setelah ini, para lulusan akan memasuki tahapan ujian gerejawi dan masa praktek pelayanan, di mana ilmu yang dipelajari di kelas dipertemukan dengan kehidupan nyata.

 


"Gereja tidak hanya membutuhkan pelayan yang cerdas secara akademik, tetapi juga yang matang dalam iman, rendah hati dalam melayani, teguh dalam kebenaran, dan peka terhadap jeritan kehidupan."

 


Dikirim Menjadi Terang dan Pengharapan

"Kiranya Tuhan yang telah menyertai perjalanan hingga hari ini terus menuntun langkah, memurnikan motivasi, menguatkan panggilan, dan menjadikan setiap lulusan STGH HKBP Sipoholon sebagai pelayan yang menghadirkan Kristus: membawa terang di tengah kegelapan, pengharapan di tengah keputusasaan, dan damai di tengah dunia yang terus berubah." pungkasnya.


Richard DA Panjaitan S.E 




 


close