Antisipasi Disalah Gunakan, Kejari, Inspektorat dan Kepolisian Sarolangun Cek APD Covid-19

Iklan Semua Halaman

Antisipasi Disalah Gunakan, Kejari, Inspektorat dan Kepolisian Sarolangun Cek APD Covid-19

Media DPR
Senin, 18 Mei 2020

SAROLANGUN JAMBI | MEDIA-DPR.COM, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun melakukan pengecekan Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan wabah pendemi Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Sarolangun Senin, (18/05).

Selain pihak Kejari, Inspektorat dan Kepolisian Sarolangun juga ikut turun dalam pemeriksaan APD yang dibelanjakan melalui anggaran Covid-19 tahap kedua tersebut.

Kejari Sarolangun melalui Kepala Seksi Perdata dan Tun Dasril mengatakan, pihak kejari hanya melakukan pendampingan dalam raelisasi anggaran Covid-19 Pemkab Sarolangun sesuai dengan permintaan yang telah disampaikan oleh pihak dinas Kesehatan Sarolangun. Agar dana tersebut tepat sasaran dan tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


“Iya, hari ini kita melakukan pengecekan terhadap barang- barang APD Covid 19 yang telah dibelanjakan melalui anggaran Covid-19 Pemkab Sarolangun,” katanya.

Lanjut Ia mengatakan, dalam pengecekan APD tersebut tidak ditemukan kejanggalan apapun. Meskipun demikian Ia tetap meminta kepada pihak terkait untuk kembali melakukan audit terhadap harga barang APD yang telah dibeli tersebut.

“Namun kita tetap meminta kepada pihak Internalnya untuk melakukan audit terkait harga-harga APD, yang kapan pun bisa berubah. Hari ini harganya murah, besok bisa saja malah, dan begitu pula sebaliknya,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Harta Saputra mengatakan Anggaran Covid-19 tahap ke dua mencapai 2,1 Milyar dan yang telah dibelanjakan lebih kurang mencapai 1,7 Milyar. Masih terdapat beberapa Item APD yang belum dibeli oleh pihaknya.

“Rincian barangnya itu, Masker 1500 box, masker scuba ada 20.000 pis, APD 400 set, Disenfektan ada 500 Liter, Hand Sanitizer ada 400 botol. Namun untuk perlengkapan jenazah belum kita beli, karna harganya sangat jauh dari perkiraan dan kita masih menunggu petunjuk selanjutnya,” tandasnya.(H.Pasaribu/PJ)
close
Info Pasang Iklan