Fix 100 % Kidung Wahyu Kolosebo Bukan Ciptaan Sunan Kalijaga

Iklan Semua Halaman

Fix 100 % Kidung Wahyu Kolosebo Bukan Ciptaan Sunan Kalijaga

Media DPR
Sabtu, 06 Juni 2020

DENPASAR BALI | MEDIA-DPR.COM, Hasil karya tulis (skripsi) seorang mahasiswi IAIN Surakarta, yang berhasil membongkar fakta sejarah Kidung Wahyu Kolosebo melalui jalur kajian akademik dan bisa dipertanggungjawabkan isinya.

Seiring berjalannya waktu, setelah melihat respon netizen luar biasa dan ini jelas diluar dugaan, tim fakta milenia akhirnya tertarik untuk merilis kembali tulisan-tulisan lain, berkaitan dengan Kidung Wahyu Kolosebo.

Betapa tidak! Video klip Kidung Wahyu Kolosebo dalam bentuk durasi lengkap, pertama kali di unggah oleh channel youtube Gerbang Nusantara pada tahun 2014. 


Dalam kolom diskripsinya jelas ditulis bahwa pencipta Kidung Wahyu Kolosebo tersebut adalah Sri Narendra Kalaseba (SNK). Namun tiba-tiba viral diberitakan bahwa Kidung Wahyu Kolosebo diciptakan oleh Sunan Kalijaga, oleh sebagian pihak ada pula yang menganggap warisannya Wali Songo.

Flashback! Padahal jika melihat langsung isi beranda akun medsos facebook SNK selaku pencipta Kidung, terbukti dia juga yang pertama kali mengunggah video Kidung Wahyu Kolosebo, disertakan isi liriknya, diterjemahkan pula artinya, malah literasi sejarah tentang Kidung dari masa Jawa pra Islam, zaman dakwah Islam hingga lahirnya Kidung Wahyu Kolosebo pada abad ini diriwayatkan oleh SNK secara gamblang dan mudah dimengerti. Namun lagi-lagi hembusan berita hoaks menenggelamkan fakta sejarah SNK sebagai pencipta Kidung Wahyu Kolosebo yang asli. Aneh dan terasa curang.

Kesimpulannya bahwa Kidung Wahyu Kolosebo dirilis liriknya pada abad 21, pencipta sekaligus merangkap sebagai penyanyi pertamanya adalah SNK, jelas ini adalah fakta sejarah otentik yang kemudian nilai-nilai kebenarannya dicurangi oleh oknum-oknum tertentu. Ironisnya ada tokoh publik ikut berperan memelintir sejarah tersebut, walau akhirnya setelah di adakan cek and ricek antara fans SNK dengan yang bersangkutan, mengaku khilaf dan meminta maaf.

"Jika menggunakan rasional profesional mulai dari dimulainya pencarian data, fakta, saksi hidup dan semua kronologi yang berkaitan dengan riwayat lahirnya Kidung Wahyu Kolosebo dalam hal ini sudah cukup memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai rujukan sejarah otentik bahwa Kidung fenomenal itu memang benar saya di abad 21", kata Ndoro Sri Narendra Kalaseba ketika di konfirmasi Media DPR Provinsi Bali melalui sambungan telphone Jumat(5/6).

Soal pembelokan sejarah tentang Kidung Wahyu Kolosebo yang sama sekali tidak professional dan terlihat ngawur bahkan sempat berkembang di berbagai media sosial. 

"Betapa sadisnya oknum tertentu yang terdeteksi minim pengetahuan sejarah, terlalu berani merangkai cerita fiktif, mencatut nama Kanjeng Sunan Kalijaga sebagai pencipta Kidung Wahyu Kolosebo", tegasnya.

Oleh tim fakta milenia ketika oknum-oknum itu langsung di ajak berdikusi hingga berdebat, rata-rata jawabannya mengaku mendapakatkan sumber sejarah dari tulisan-tulisan di medsos yang tidak tahu menahu siapa penulisnya yang jelas, asal copy paste, asal percaya, asal-asalan dan sangat tidak rasional, apalagi professional? Sama sekali tidak. Malah ada pula yang mengaku mendapat sumber berita dari bisikan ghaib, dari wangsit dsb. Menurut kami para milenial, ini amat konyol!

Setelah ditelusuri lebih dalam,anehnya, bahan tulisan-tulisan tentang Kidung Wahyu Kolosebo yang beredar dan dikonsumsi secara aktif oleh netizen, isinya 90% awal mulanya di copy paste dari beranda facebook SNK, hanya saja nama SNK dihilangkan. Sedang 10% sajian tulisan lainnya dikombinasikan dengan ilustrasi yang serba fiktif, dibumbui mistis, bahasanya terbilang lucu dan jika di uji dengan kacamata kajian akademik kualitas tulisan tersebut bermuatan plagiatisme dan penuh dengan trik mitos. Sudah berbentuk pembodohan ditambah berkategori dosa jariyah, lengkap dan mengenaskan.

Setelah melihat, mendengar, menyaksikan dan membuktikan sendiri parahnya pembelokan sejarah Kidung Wahyu Kolosebo, akhirnya tim fakta milenia merekrut teman-teman yang secara suka rela bergerak bersama untuk meluruskan nilai-nilai sejarah yang semestinya secara benar disuguhkan pada khalayak ramai.

"Bayangkan! Sejarah Kidung Wahyu Kolosebo yang belum genap sewindu dikenal oleh masyarakat dengan mudahnya dibelokkan, lantas bagaimana nasib kajian sejarah lainnya yang sudah berumur puluhan tahun? Tentu perlu langkah cerdas juga berani jika akhirnya hendak akan kami kaji ulang dengan analisa kritis dan rasional", imbuhnya.

Tema ini amat menarik, sehingga temen-temen milenia dari berbagai daerah tertarik bergabung akan melacak pembelokan sejarah yang lainnya setelah tuntas meluruskan sejarah Kidung Wahyu Kolosebo. Toh beberapa pengunggah konten atau tulisan hoaks yang berkaitan dengan Kidung Wahyu Kolosebo saat di ajak berdiskusi hingga berdebat, ujung-ujungnya gagal total menunjukkan bukti yang bisa di uji kebenarannya. Sudah to, ujung-ujungnya ya itu tadi “Katanya, menurutnya, seandainya, seumpama, konon kabarnya, menurut si anu, pendapat si itu dan sebagainya. Lagi-lagi konyol!

Kidung Wahyu Kolosebo bait-baitnya memiliki muatan ajaran tasawuf, ajaran medar jagad, ajaran manembah, ajaran kamanungsan, ajaran keluhuran adat Jawa, kental dengan nilai-nilai ilmu tauhid sesunguhnya adalah representasi dalamnya cinta serta kerinduan SNK terhadap keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

Ndoro Sri Narendr Kalaseba menulis bait-bait Kidung terhitung selama 9 tahun. Bahkan Kidung yang berhasil ditulis jumlahnya tidak sedikit, sedang yang kini beredar luas dimasyarakat adalah bait-bait pembuka, tentu akan ada kelanjutannya.

Fix, 100% Kidung Wahyu Kolosebo bukan ciptaannya Sunan Kalijaga dan bukan warisan Wali Songo. Jangan memaksakan cerita irasional. 


"Sudah sewajibnya Maha benar Tuhan dengan segala Firman-Nya, bukan maha benar hoaks dengan segala cerita fiktifnya," pungkasnya. (LAG)
close
Info Pasang Iklan