PMII Rayon Al Kindi Komisariat Unisma Gelar Bedah Buku “Gerakan Buram Gubuk Tua” Dalam Rangkaian MAPABA

Iklan Semua Halaman

.

PMII Rayon Al Kindi Komisariat Unisma Gelar Bedah Buku “Gerakan Buram Gubuk Tua” Dalam Rangkaian MAPABA

Media DPR
Senin, 28 Desember 2020

 


MALANG | MEDIA-DPR.COM, Pergerakan Mahasiswa iIslam Indonesia ( PMII) komisariat Universitas Islam Malang Rayon Al-Kindi menggelar Masa Peneriamaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari sabtu (26/12) di gedung serbaguna NU Kepanjen kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung dengan cukup antusias karena dengan dihadirinya pembanding satu, sahabat Erha Suud PC PMII Kota Malang dan sahabat Imam Ali Maksum Gozali sebagai pembanding dua, serta ketua Komisariat Unisma sekaligus penulisb buku Sahabat Maksum Zuhdi. Bedah buku "Gerakan Buram Gubuk Tua"  ini menciptakan nuasa baru untuk mereka yang menghadiri acara tersebut. Pasalnya buku tersebut menuliskan tentang lingkup keseharian penulis buku,perjalanan,dan perjuangan penulis didalam berorganinasi PMII di tingkat Rayon.

   

Pada hari sabtu petang  tersebut pembanding pertama, sahabat Erha Suud berkata " buku ini ditulis untuk semua kader PMII agar menjadi manusia yang sempurna disegala dimensi, pasalnya dengan adanya buku tersebut sekali lagi  menunjukkan bahwasannya Unisma Dari Nu untuk Indonesia dan peradaban dunia adalah nyata" tuturnya. Erha Suud juga menuturkan tidak hanya karena buku yang ditulis secara sederhana bahasanya pun sangat mudah dimengerti sehingga menjadikan nuansa buku tersebut menjadi buku yang sangat istimewa dan kader PMII harus membaca buku tersebut agar mengerti dan mau mengulas apa yang ada didalamnya sehingga kader PMII akan memiliki intelektualitas yang tinggi untuk menghadapi problem yang menanti kedepannya. 

  

Selain itu pembanding 2, sahabat Imam Ali Maksum Gozali berpendapat bahwasannya "Gerakan Buram Gubuk Tua" adalah suatu karya yang mengimajinasikan. Seperti halnya ketika seorang pelukis menuangkan ekspresi perasaanya dalam lukisan itu, sehingga sang penulis membuat sesuatu implemntasi yang real didalam buku tersebut, tetapi penulis  mengimplementasikan apa yang ia alami ke dalam tulisan tersebut sehingga tulisan tersebut  dapat dibaca oleh khayalak umum dan dirasakan apa yang telah ia lalui selama berproses menjadi ketua Rayon PMII Al-Kindi.

   

Diskusi semakin seru ketika tutur sahabat Maksum Zuhdi dimulai. Bahwasanya apa yang telah didiskusikan oleh kedua pembanding itu merupakan benar adanya. Buku tersebut di tulis sebagaimana lika-liku kisahnya selama mengabdi menjadi ketua Rayon Al-Kindi. Buku tersebut mengajak semua khalayak umum kususnya kader Pmii untuk menjadi kader literasi atau  kader yang berintelektual untuk kejayaan Pmii didepannya sehingga tidak terulang kejadian yang tidak diinginkan,kejadian yang menjadikan kader Pmii tidak mau berproses, dan hal tersebut menjadikan kader-kader pmii menyatakan kemunduran dan sesuai dalam prinsip yang ada yaitu mundur adalah bentuk dari suatu penghianatan. Dari kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan agar semua yang menghadiri acara MAPABA beserta bedah buku menjadi lebih baik dan mau berproses menghadapi masalah-masalah yang ada didepan.(Rof/Red)

close
Info Pasang Iklan