Kelompok Tani Porang Satria Muda Majapahit Tanda Tangani MOU Kerja Sama Dengan PT Antar Buana Cakrawala

Iklan Semua Halaman

.

Kelompok Tani Porang Satria Muda Majapahit Tanda Tangani MOU Kerja Sama Dengan PT Antar Buana Cakrawala

Media DPR
Kamis, 18 Februari 2021

 


BULELENG BALI | MEDIA-DPR.COM
, Kelompok Tani Porang Satria Muda Majapahit mengadakan pertemuan  dengan PT.ABC (Antar Buana Cakrawala) dalam rangka pembudidayaan porang di Bali. Pertemuan yang diselenggarakan pada tanggal 16 Februari 2021 di Satria Muda Majapahit, Jalan Pulau Komodo Gang Baratha Kelurahan Banyuning, Singaraja, menghasilkan kesepakatan kerjasama dalam permodalan, pembibitan sampai jual beli hasil panen. Segala bentuk kerjasama tertulis pada MOU yang telah disepakati dan ditandatangani sebagai bukti legalitas agar kedua belah pihak sama-sama punya tanggung jawab dan serius dalam mengerjakan pembudidayaan porang.



Salah satu kesepakatan yang tertuang, PT. ABC yang dipimpin oleh Suhardiman adalah, selama 6 tahun akan membeli hasil panen Porang dari Kelompok Tani. serta PT. ABC merekomendasi bantuan dana KUR dari Bank yang ditunjuk untuk petani agar bisa mendapatkan dana KUR tanpa jaminan, tanpa angsuran bulanan, cukup bayar saat panen.


Saat pertemuan, Suhardiman juga memberikan pemahaman singkat serta memaparkan tentang kegunaan dan bisnis yang menjanjikan untuk kedepannya. "Masa depan porang sangat bagus sekali, khususnya untuk kelompok tani, karena Porang bisa di expor dan gunanya banyak sekali untuk industri, makanan, dan obat. Untuk industri bisa dibuat pewarna textil, lem. Untuk makanan bisa dibuat mie, puding. dan untuk farmasi di kapsul pakai porang". bebernya, Suhardiman. 



"Saya berharap semua petani ikut serta dalam bidang ini. Karena kebutuhan dunia sangat besar. Sekarang hanya baru terpenuhi 30 persen saja, sisanya 70 persen kita kejar dari sekarang". Imbuhnya. 


Sementara, Eddy Sunyoto, Wakil Direktur PT. ABC yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan kenapa bisnis porang saat ini booming dan menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. "Awalnya porang ini tidak ada yang melirik. yang tahu kegunaan porang ini bisa dimakan cuma orang Jepang, waktu menjajah kita, sehingga dirahasiakan sama orang Jepang kalau Porang itu bisa dimakan. Sesudah kita merdeka, orang Jepang pulang ke Negaranya. Porang ini masih diambil sama mereka, diolah dijadikan makanan disana. Belakangan mereka kehabisan bahan, datanglah ke Indonesia. Mau tidak mau akhirnya mereka bercerita kenapa butuh porang. Porang itu multiguna. Jepang tidak punya bahannya, yang punya bahannya kita, dan hanya ada di Indonesia. Atas dasar itulah, para pecinta Porang ingin membudidayakan tanaman Porang". ujar Eddy Sunyoto. 


Pembudidaya tanaman Porang asal Buleleng, Komang Putrayasa yang sebagai Ketua Kelompok Tani Satria Muda Majapahit mengatakan menanam porang sangat mudah, cocok ditanam dimana saja, yang penting tanah gembur dan bersih dari gulma. bisa ditanam di polibek atau langsung di tanah. "Cara perawatannya, sebelum ditanam dipupuk dulu, setelah 2 bulan lagi dipupuk. berkisar 3 bulan ke atas beda lagi pupuknya. Sampai panen paling 3 kali pemupukan". ujarnya. 


"Untuk sementara bibit porang ada yang sudah dihasilkan di Bali dan di datangkan dari Jawa. Karena yang di Bali saja tidak mencukupi untuk petani yang ada di Bali. Jadi berapa persen nya datang dari Jawa. Untuk harga bibit perkilo, ada bibit biji bunga, bibit buah, ada bibit umbi. Kalau bibit biji bunga perkilo Rp 1.800 000 jutaan isi 6000 biji. Kalau bibit biji katak perkilo berkisar Rp 300 sampai Rp 400 ribu isi 200 biji. Kalau bibit umbi yang isi 2 sampai dengan 6, bibitnya sekitar Rp 50 sampai  60 ribu perkilo", tambah Putrayasa. 


Diakhir pertemuan, dikonfirmasi awak Media-DPR.com Jro Budi Hartawan SH sebagai Pembina Kelompok Tani Porang Kabupaten Buleleng sangat mendukung atas kerja sama yang telah disepakati. "Kelompok Suka Duka Majapahit Kelompok Tani Porang bekerjasama dengan PT. ABC karena, pertama melihat di Bali, Buleleng khususnya, Porang ini sangat menjanjikan bagi masyarakat Bali secara umum. Yang kedua Porang secara Internasional sangat dibutuhkan baik untuk kosmetik dan juga sebagai konsumsi kesehatan masyarakat. Itu yang mendasari sehingga saya sebagai Pembina di Kelompok Tani Porang sangat mendukung program ini". tandas Jro Budi Hartawan. (Sdn/Sumber)

close
Info Pasang Iklan