Polda Metro Jaya Tambah 40 E-TLE Mobile Tahun 2025

Iklan Semua Halaman

.

Polda Metro Jaya Tambah 40 E-TLE Mobile Tahun 2025

Staff Redaksi Banten
Minggu, 19 Januari 2025


JAKARTA | MEDIA-DPR.com. Polda Metro Jaya bakal menambah 40 alat tilang elektronik (e-TLE) mobile tahun ini. Diketahui, saat ini Polda Metro Jaya telah,memiliki sepuluh alat.

"Untuk saat ini ada 10 e-TLE mobile dan mudah-mudahan nanti di tahun 2025 ini, kami juga mendapat bantuan dari pemerintah daerah adalah sekitar 40 e-TLE mobile kembali," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman,di dampingi Kabib Humas Kombes Pol.Ade Ary, Kasubdit Gakkum, AKBP. Ojo Ruslani,serta Wadir Lantas, AKBP. Argo Wiyono, kepada dpr-com Jumat (17/1/2025).


"Dengan demikian, tentunya sarana dan prasarana yang ada ini akan kita maksimalkan semaksimal mungkin. Ini akan yang kita kembangkan,"tutur Latif


Latif menegaskan,sejak diberlakukan e-TLE, tilang manual sangat terbatas. Peningkatan e-TLE dilakukan untuk benar-benar membatasi tilang manual.


"Sehingga interaksi terhadap masyarakat ini, khususnya yang berada di lapangan dengan anggota kami tidak terjadi,dan kami sangat sadar,kami mengevaluasi diri, kami tidak menutup diri bagaimana perilaku anggota kami di lapangan kalau bersentuhan dengan masyarakat,"ujar Latif 


Polda Metro Jaya mencatat, rata-rata terjadi 10 juta pelanggaran lalu lintas dalam waktu satu bulan. Jumlah tersebut tercatat dalam traffic attitude records (TAR).


Latif menuturkan,kami sangat prihatin melihat data di TAR kami, ada rata-rata 1 bulan 10 juta, pelanggaran tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, bahkan berpotensi menyebabkan fatalitas atau kematian.


"Itu potensi menyebabkan kematian, kerusakan, kerugian, dan ini pasti akan menurunkan kesejahteraan masyarakat," ucap Latif


Latif menjelaskan, kecelakaan yang menyebabkan kematian paling banyak melibatkan sepeda motor. Pelanggarannya mulai tak mengenakan helm hingga melawan arus.


"Yang paling banyak sepeda motor, pengguna sepeda motor. Pelanggaran sepeda motor yang paling banyak, tidak menggunakan helm, lawan arus," tegas Latif.(Suyanto)

close