Jawa Barat | MEDIA DPR.COM, Enjang, seorang pengguna jalan, mengeluhkan kondisi ruas jalan Pintu-Santosa yang terhalang oleh kabel fiber optik putus.
Kabel yang tergeletak di bahu jalan tersebut dinilai mengganggu dan membahayakan pengguna jalan baik roda dua ataupun roda empat.
Kejadian ini menurut Enjang sekitar pukul 10:20 WIB hari Sabtu (05/04/2025) tepatnya di dekat pabrik teh Malabar, wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Masih Enjang mengungkapkan kekesalannya karena kabel yang putus tersebut tidak segera ditangani, belum lagi tiangnya pada miring ke jalan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan mobil yang terpaksa harus menghindari kabel tersebut.
"Saya khawatir kabel ini bisa menyebabkan kecelakaan," ujar Enjang. "Apalagi kalau malam hari, kabelnya susah terlihat."
Belum diketahui secara pasti penyebab putusnya kabel fiber optik tersebut. Tapi Enjang merasa aneh di duga luput dari pengawasan.
Sehingga kondisi ini menjadi sorotan penting terkait pentingnya pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi dan keselamatan pengguna jalan.
Diharapkan pihak terkait, baik penyedia layanan fiber optik maupun instansi pemerintah setempat, segera bertindak untuk mengatasi masalah ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kecepatan penanganan masalah ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di ruas jalan Pintu-Santosa.
Selain itu, perlu adanya evaluasi dan peningkatan pengawasan terhadap pemasangan dan pemeliharaan kabel fiber optik di seluruh wilayah Bandung, guna meminimalisir potensi gangguan dan bahaya bagi masyarakat. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, Pungkas Enjang.
(Ayi Supriatna)

Komentar

