Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Ajak RRI Sibolga Kolaborasi Perkuat Informasi Publik dan Berantas Hoax

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Ajak RRI Sibolga Kolaborasi Perkuat Informasi Publik dan Berantas Hoax

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 24 Februari 2026

TAPTENG | MEDIA-DPR-COM.Masinton Pasaribu, S.H., M.H.,Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut),'menggandeng RRI Sibolga dalam kerja sama strategis untuk memperkuat penyampaian informasi publik yang akurat dan memberantas hoax yang kerap menyebar di masyarakat. 


Kerjasama ini juga akan fokus pada penyampaian informasi selama tahap transisi dari tanggap darurat ke pemulihan pascabencana di daerah.

 

Sinergi kedua institusi ini dimulai dengan kunjungan Kepala RRI Sibolga baru Isnaini, S.E, M.E., ke Ruang Kerja Bupati di Jalan Dr. Ferdinand Lumban Tobing Kota Pandan pada Senin (23/02/2026). Informasi MEDIA-DPR-COM melalui Pemkab Tapteng.

 

TUDUHAN TERKAIT KASUS CSR BUKTIKAN HOSK 

Belakangan ini, muncul tuduhan yang menyatakan Masinton terlibat dalam kasus korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang di framing video viral di media sosial, khususnya melalui akun Facebook yang tidak jelas. Namun, tuduhan tersebut terbukti sebagai hoax.

 

Demak MP Panjaitan/Pance, kader PDI Perjuangan, speak up menanggapi framing dan menegaskan: "Kami menghargai setiap bentuk kritik terhadap kapasitas kepemimpinan Bupati Tapteng, Masinton dan tidak akan melakukan intervensi atas hal itu. 


Namun sebagai kader PDI Perjuangan, kami wajib membela beliau karena merupakan salah satu kader terbaik yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI dan kini memimpin Tapteng," jelasnya.

 

Dilansir dari berbagai laporan resmi, Masinton tidak memiliki hubungan apapun dengan kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melibatkan dua mantan anggota DPR-RI Komisi XI periode 2019-2024, yaitu Satori (Fraksi NasDem) dan Heri Gunawan (Fraksi Gerindra).

 

KPK-RI, telah menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 7 Agustus 2025 dengan dugaan menyalahgunakan dana senilai sekitar Rp 15,86 miliar (pada Heri Gunawan) dan Rp 12,52 miliar (pada Satori) untuk keperluan pribadi tanpa menjalankan kegiatan sosial yang telah diusulkan.

 

Dalam perkembangannya, pada 29 Oktober 2025 KPK mengungkap bahwa Fitri Assiddikk (mantan tenaga ahli Heri Gunawan) diduga menerima uang lebih dari Rp 2 miliar, sebagian digunakan untuk membeli mobil mewah. 


Pada 27 Oktober 2025, Rajiv (sebelumnya staf ahli Komisi XI, kini politisi NasDem) juga diperiksa sebagai saksi. 


Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) berharap kedua tersangka dapat menjadi justice collaborator untuk membongkar seluruh aliran dana korupsi terkait.

 

BEBERAPA KONTROVERSI PERNAH DILALUI, SEMUA TIDAK TERBUKTI.

Sebagai mantan anggota DPR-RI Komisi XI periode 2019-2024, Masinton pernah menghadapi beberapa kontroversi yang kemudian terbukti tidak memiliki dasar kuat:

 

Dugaan Kekerasan terhadap Camelia Neneng Susanty Sinurat (Oktober 2024)

Wakil Ketua DPRD Tapteng mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal saat pertemuan kerja. 


Namun setelah penyelidikan, tidak ditemukan bukti yang cukup. Kedua pihak kemudian menyelesaikannya secara damai demi pembangunan daerah.


Tuduhan Pemukulan terhadap Asisten (2016): "Masinton pernah dituduh melakukan pemukulan terhadap asistennya. 


Setelah melalui proses hukum, tuntutan tersebut tidak terbukti dan kasus ditutup. Beliau menyatakan peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman dalam konteks pekerjaan.

 

FOKUS PADA PEMBANGUNAN, AJAK MASYARAKAT JAGA AKURASI INFORMASI.

Meskipun pernah menghadapi berbagai tantangan, Masinton saat ini fokus penuh pada tugasnya sebagai Bupati Tapteng untuk mengembangkan daerah. 


Ia menekankan pentingnya transparansi pemerintahan dan kerja sama antar pihak untuk mewujudkan pembangunan yang merata.

 

"Setiap orang bisa menghadapi tantangan dan kesalahpahaman, namun yang paling penting adalah tetap fokus pada tujuan utama: kesejahteraan masyarakat. 


Kita harus belajar dari setiap pengalaman dan terus berusaha menjadi lebih baik," ujar Masinton dalam wawancara resmi pasca itu 

 

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam dunia politik dan pemerintahan, menjaga integritas serta terbuka terhadap proses hukum adalah hal yang esensial. 


Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat melihat setiap kasus secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.(Red)

close