Tim Inafis Polres Toba Sampaikan Hasil Visum Luar, Korban Ditemukan di Pelabuhan Balige
TOBA | MEDIA-DPR.COM. Kematian Nakhoda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kaldera Toba, Tunggul Simanjuntak (52), akhirnya menemui titik terang.
Berdasarkan hasil visum luar yang diterima Tim Inafis Polres Toba Polda Sumut dari dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, kematian Tunggul Simanjuntak dinyatakan murni karena bunuh diri. Demikian informasi yang dilansir oleh MEDIA-DPR.COM.
Jenazah Tunggul Simanjuntak ditemukan di area gudang kapal yang sandar di Pelabuhan Mulia Raja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Provinsi Sumatra Utara (Sumut) Jum'at (20/2/2026) siang
Korban ditemukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) bernama Pradipta Marbun (32) dalam posisi tergantung dengan sehelai selimut melingkar di lehernya di bagian ramp door kapal Kaldera Toba.
Penemuan ini sontak membuat gempar Pasar Kota Balige, dan warga seketika memadati Pelabuhan Muliaraja Napitupulu Balige.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, rekan kerja korban sempat mencarinya ke kamar sejak pagi, namun tidak ditemukan.
Kanit Identifikasi Polres Toba, Bripka Fridoroni Sitorus, memberitahukan hasil visum luar tersebut kepada pihak keluarga korban di RSUD Porsea.
"Tadi sudah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter forensik langsung, Dokter Simatupang, dan sudah sama-sama didampingi oleh keluarga.
Dari hasil pemeriksaan luar bahwasanya tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Memang ada di bagian kaki itu seperti bekas memar, menurut dokter itu karena masalah kesehatan alergi, dan pihak keluarga sudah membenarkan ada penyakitnya itu," tutur Fridoroni Sitorus.
"Terkait hasil visum ini, kami meminta agar pihak keluarga segera menyampaikan kepada istri dan anak-anak korban, supaya mereka tau ambil tindakan selanjutnya," ujar Fridoroni kepada keluarga almarhum.
Adik korban, Sahata Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa keluarga, baik istri dan anak-anak almarhum, sudah menerima atas kematian korban dan sudah membuat surat pernyataan.
"Untuk selanjutnya, almarhum akan dibawa ke kampung halamannya di Sipahutar," tukas Fridoroni Sitorus.
Polisi menduga korban nekat mengakhiri hidup karena frustrasi akibat penyakit jantung yang dideritanya. Informasi dari rekan kerja menyebutkan korban pernah disarankan dokter menjalani operasi bypass jantung. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan dugaan tersebut masih dalam penyelidikan.
"Untuk pekerjaan, korban tidak memiliki masalah dan hubungan dengan rekan kerja juga baik," ujar Kapolsek.
Pengawasan ketat dilakukan di lokasi kejadian, dan warga yang tak berkepentingan dilarang masuk ke dalam deck kapal sampai proses evakuasi selesai dilakukan.
Jenazah Nakhoda kemudian dibawa menggunakan Ambulance untuk dilakukan visum luar di RSUD Porsea.(Tao Situmeang,)

Komentar

