MALUT | MEDIA-DPR.COM. Video seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut), yang terkesan tidak bersedia bersalaman dengan Gubernur Sherly Tjoanda Laos telah menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.
Informasi yang diperoleh dari sumber terkait di Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan bahwa langkah gubernur dalam melakukan rombakan besar-besaran struktur pemerintahan di daerahnya bukan sekadar bentuk formalitas.
Rombakan struktur pemerintahan yang tengah dilakukan merupakan tanda tegas konsolidasi awal pemerintahan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, yang secara tegas menempatkan kinerja aparatur dan disiplin ASN sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Langkah ini menjadi bukti komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas pelayanan publik di Provinsi Maluku Utara.
Hingga saat ini, pihak Pemprov Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait video yang viral tersebut.
Namun, upaya konsolidasi pemerintahan yang tengah berjalan menunjukkan komitmen kuat untuk membangun aparatur negara yang solid, profesional, dan berorientasi pada kepentingan serta pelayanan masyarakat.
(Penulis: Demak MP Panjaitan/Pance Wartawan MEDIA-DPR.COM
Sumber Gambar dan Berita Tomohon Minggu (15/02/2026)

Komentar

