Bumi Petuanan Negeri Kaiely Catat Sejarah Baru – Nilai Adat Hidup Bara dalam Ikatan Persaudaraan

Iklan Semua Halaman

.

Bumi Petuanan Negeri Kaiely Catat Sejarah Baru – Nilai Adat Hidup Bara dalam Ikatan Persaudaraan

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Rabu, 11 Februari 2026

BURU | MEDIA-DPR.COM. 10 Februari 2026 – Pada Senin (9/2), di Baileo Pertemuan Adat Desa Kubalahin, diselenggarakan Rapat Besar yang mempertemukan seluruh pilar utama pemerintahan adat Negeri Kaiely, menghasilkan keputusan mutlak pengakuan Fandi Ashari Wael sebagai Raja (Jou) Petuanan Negeri Kaiely yang sah.

 

Pengakuan ini bertujuan mengakhiri dualisme kepemimpinan yang selama ini membayangi petuanan, sekaligus melanjutkan tongkat estafet dari ayahnya, almarhum M. Fuad Wael, untuk menjaga kesinambungan garis kepemimpinan.

 

Acara dihadiri oleh pemangku kepentingan adat berpengaruh seperti Bapak Hinolong Baman, Bapak Kaksodin, Bapak Matetemun, Imam Negeri Kaiely, Tetua Negeri, Saniri Negeri, 7 Kepala Soa, serta perwakilan masyarakat adat dari berbagai wilayah. Dibuka dengan khidmat oleh Bapak Hinolong Baman, pertanyaan mengenai kesepakatan atas kepemimpinan Fandi Ashari Wael langsung dijawab dengan seruan "Setuju!" yang menyatu dari seluruh hadirin.

 

Bapak Kaksodin mempertegas bahwa pengakuan tersebut didasarkan pada silsilah dan kesepakatan adat yang tidak dapat diragukan. Bapak Matetemun mengapresiasi suasana kekeluargaan dan menitipkan pesan untuk menjaga stabilitas dengan menghentikan segala bentuk klaim-mengklaim posisi raja. Dukungan juga datang dari 7 Kepala Soa yang menyampaikan sumpah setia untuk mengawal kepemimpinan Raja Fandi.

 

Bapak Adat Wapsalit memberikan ketegasan bahwa tidak ada lagi klaim sepihak jabatan raja selain Raja Fandi Ashari Wael, dengan tegasan bahwa keluarga yang melanggar akan bertanggung jawab atas Soar Pito dan Soar Pa.

 

Setelah prosesi adat selesai, rombongan tokoh adat beserta Raja Fandi bertemu dengan Bupati Buru untuk menyinergikan keputusan adat dengan pengakuan administratif. Pihak pemerintah daerah mendorong penyelenggaraan seremoni besar di pusat Negeri Kaiely sebagai bentuk sosialisasi terbuka, yang jadwalnya tengah diselaraskan agar Bupati dapat hadir langsung.

 

Masyarakat berharap Negeri Kaiely memasuki era yang lebih harmonis, bersatu, dan berdaulat di bawah kepemimpinan Raja Fandi Ashari Wael.(**)

close