SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Seorang siswa di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut), diduga mengalami trauma psikologis akibat tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Peristiwa ini memicu kekecewaan keluarga korban, yang menilai penanganan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, oknum guru, dan petugas keamanan, kurang kooperatif saat dikonfirmasi. Sumber MEDIA-DPR-COM Rabu (11/02/2026)
Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami ejekan berulang, dorongan fisik, serta intimidasi dari siswa lain. Insiden ini bukan pertama kali terjadi, dan sebelumnya juga menimpa siswa lain.
Orang tua korban, yang enggan disebutkan namanya demi melindungi kondisi psikologis anaknya, mengungkapkan bahwa anaknya kini ketakutan untuk kembali ke sekolah.
“Anak kami jadi sering menangis, sulit tidur, dan menolak berangkat sekolah. Dia bilang takut bertemu teman-temannya yang sering mengejek dan mendorongnya,” ujar orang tua korban, Selasa (10/02/2026).
Korban bahkan disebut sempat mengalami memar ringan di kepala akibat dorongan di lingkungan sekolah.
Keluarga menyebutkan bahwa korban kini mengalami gejala trauma dan penurunan semangat belajar. “Kami lebih khawatir kondisi mentalnya. Anak kami sekarang berubah, jadi pendiam dan takut keluar rumah,” tambah mereka.
Pihak keluarga berharap instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku serta memberikan jaminan keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain menyoroti dugaan bullying, keluarga juga menyayangkan sikap salah satu oknum pihak sekolah yang bersikap kurang baik hingga menampar meja saat dimintai penjelasan.
Mereka merasa tidak mendapat respons yang memadai saat mencoba menemui kepala sekolah. Keluarga korban juga menyebutkan bahwa saat awak media mencoba melakukan konfirmasi, selalu dihalangi oleh petugas keamanan.
“Kami hanya ingin penjelasan dan solusi. Tapi saat kami datang, justru terkesan dipersulit,” ujar keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah MTsN Sibolga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan bullying tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapat respons.
Harapan Penanganan Transparan: "Kasus dugaan perundungan ini kembali menjadi perhatian masyarakat'.
Warga berharap pihak sekolah dan instansi terkait, termasuk Kementerian Agama setempat, dapat melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh dengan serius dan transparan demi melindungi hak serta keselamatan peserta didik.
Keluarga korban berharap ada penyelesaian yang adil dan berpihak pada keselamatan anak.
Kasus ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan instansi terkait untuk memastikan kronologi serta langkah penanganan yang akan diambil.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

