Wakil Ketua DPRD Tapteng Joneri Sihite S.E.
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM.Joneri Sihite S.E , mitra SPPG Mitra Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), sekaligus Wakil Ketua DPRD Tapteng dari Partai Golkar,
"Mengaku telah melaporkan kasus perekaman secara sembunyi kepada Polres Tapteng Polda Sumut dan meminta maaf terkait kesalahpahaman yang muncul bahwa ia mengecilkan organisasi masyarakat (ormas) atau mengaku sebagai anggota HMI.
Dalam keterangan kepada MEDIA-DPR.COM.pada Minggu (15/02/2026), Joneri menyampaikan bahwa pelaporan tertulis terhadap Abdian Simarmata (Kepala SPPG Kecamatan Andam Dewi) telah diajukan pada Sabtu (14/02/2026)
Akibat rekaman pembicaraan yang dilakukan secara diam-diam dan kemudian disebarkan melalui Media Sosial.(Medsos)
"Persoalan bermula dari pembahasan terkait MBG sekitar bulan November 2026 lalu, dimana saya menjelaskan Juklak dan Juknis dari hasil pelaksanaan Zoom dengan BGN Pusat. Namun Abdian menyatakan pelaksanaan SPPG berdasarkan petunjuk Bernardo Sinambela dari GAMKI Pusat, bukan dari BGN Pusat," ujar Joneri.
Ia menambahkan, saat itu ia menyampaikan agar tidak menyamakan petunjuk dari BGN Pusat dengan petunjuk Bernardo Sinambela, dengan menyebutkan bahwa Golkar sebagai partai politik berbeda dengan GAMKI sebagai organisasi keagamaan, hal yang disampaikan karena Abdian menyebutkan soal GAMKI.
"Ternyata pembahasan di ruangan itu direkam tanpa seizin saya. Akibat penyebarluasan rekaman tersebut, muncul informasi bahwa saya adalah Anggota HMI dan mengecilkan salah satu ormas keagamaan," jelasnya.
Joneri kemudian meminta maaf dan menegaskan tidak pernah bermaksud mengecilkan ormas manapun, termasuk GAMKI.
Ia juga menyatakan beragama Kristen dan tidak pernah mengaku sebagai anggota HMI. "Kita menggunakan bahasa Batak, dimana kata 'Hami' berarti 'Kami', jadi yang saya katakan adalah 'Hami Golkar', bukan 'HMI Golkar'," pungkasnya untuk meluruskan kesalahpahaman.(Lisberth Manik S.E )

Komentar

