Mahasiswi Unimed Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Handphone Pecah dan Ada Darah di Kamar Mandi

Iklan Semua Halaman

.

Mahasiswi Unimed Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Handphone Pecah dan Ada Darah di Kamar Mandi

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 17 Maret 2026


Mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Maria Agustina Naibaho (22),

 

MEDAN | MEDIA-DPR-COM.COM. Misteri kematian seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Maria Agustina Naibaho (22), mengguncang warga Kota Medan Provinsi Sumatra Utara (Sumut)


Mahasiswi semester 8 itu ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Kamis (12/03/2026) malam. 


Kondisi jenazah yang sudah mulai membengkak serta sejumlah kejanggalan di lokasi membuat keluarga korban curiga ada sesuatu yang tidak beres.

 

Peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 20.00 WIB, ketika pacar korban, Sanggam Elroi Marbun, datang menjenguknya. 


Pintu kamar terkunci rapat dari dalam dan tak ada jawaban meskipun dipanggil berulang kali. 


Merasa tidak beres, Sanggam meminta bantuan teman untuk mendobrak pintu. 


Saat terbuka, Maria tergeletak tak bernyawa dengan bau menyengat yang tercium, membuat penghuni kos panik. 


Kasus ini kemudian dilaporkan ke pemilik kos dan pihak kepolisian.

 

Personel Polsek Medan Tembung bersama Tim Inafis Polrestabes Medan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 


Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani proses otopsi.

 

Beberapa kejanggalan muncul setelahnya. Keluarga korban mengungkapkan terdapat beberapa luka memar pada tubuh Maria, di antaranya di bagian bawah ketiak dan lutut. 


Organ vital korban juga mengeluarkan darah, serta ditemukan bercak darah di kamar mandi. Selain itu, HP milik Maria ditemukan dalam kondisi pecah hingga terbelah. 


"Kami melihat ada memar di tubuhnya, ada darah juga. HP pecah. Itu yang membuat kami merasa ada yang janggal," ungkap pihak keluarga.

 

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyatakan secara kasat mata tidak ditemukan tanda kekerasan mencolok pada tubuh korban. 


Namun, polisi masih menunggu hasil resmi otopsi untuk memastikan penyebab kematian. 


Diduga korban telah meninggal sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan, terlihat dari kondisi tubuh yang mulai membengkak dan membiru.

 

Sebelum kejadian, Maria sempat menghubungi ibunya pada Selasa (10/03/2026) dan mengeluh demam, sakit kepala, serta suaranya menghilang. 


Meskipun demikian, keluarga tetap tidak puas dengan dugaan kematian akibat sakit. Ayah korban, Mangatur Naibaho yang merupakan anggota DPRD Tebing Tinggi, memutuskan melaporkan kasus ini agar penyebab kematian putrinya terungkap jelas. 


"Saya ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan anak saya. Dia tinggal di kamar kos, tentu kami ingin semuanya jelas," ujarnya dengan wajah murung.

 

Kini, misteri kematian Maria Agustina Naibaho masih menyisakan tanda tanya besar. Polisi akan mengandalkan hasil otopsi untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis mahasiswi yang seharusnya segera menyandang gelar sarjana.(Smt)

close