12 Siswa di Pacitan Diare dan Mual Usai Makan Menu MBG, Dinkes: Dugaan Keracunan

Iklan Semua Halaman

.

12 Siswa di Pacitan Diare dan Mual Usai Makan Menu MBG, Dinkes: Dugaan Keracunan

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Minggu, 12 April 2026


PACITAN | MEDIA-DPR-COM. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur (Jatim), menjadi sorotan setelah belasan siswa mengalami gangguan kesehatan. 


Sebanyak 12 anak dari jenjang TK hingga SMP dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare diduga setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut, Kamis hingga Jum'at (09/10/04/2026).

Para korban yang berasal dari berbagai desa seperti Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo ini harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pembantu Tegalombo.

 

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, membenarkan kejadian ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi para siswa mengarah pada gejala gastroenteritis akut.

 

"Dugaan sementara adalah keracunan makanan, namun penyebab pastinya masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut," ujar Daru, Sabtu (11/04/2026).

 

Diketahui, menu yang dibagikan kepada ratusan siswa tersebut terdiri dari nasi, telur asin, tahu balado, sayuran, dan buah melon. Gejala sakit mulai muncul secara bertahap setelah distribusi makanan dilakukan.

 

Pemeriksaan Laboratorium Dijalankan

Untuk memastikan penyebab pasti, Dinas Kesehatan saat ini telah mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan laboratorium. 


Hasil dari uji ini sangat ditunggu untuk mengetahui apakah kerusakan terjadi pada bahan makanan, proses pengolahan, atau faktor lainnya.

 

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pacitan, Listiana Asworo, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan melaporkan kejadian ini ke satuan tugas terkait.

 

"Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa anak-anak," ujarnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mendapatkan kesimpulan akhir dan menentukan langkah selanjutnya demi keamanan konsumsi pangan bagi siswa.(Red).

close