JAKARTA | MEDIA-DPR-COM. Langkah strategis yang dilakukan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.Si., bersama sejumlah tokoh gereja lainnya dalam pertemuan dengan Mantan Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla (JK), mendapat dukungan luas.
Pertemuan ini dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan upaya mulia untuk melahirkan peradaban baru berupa harmoni dan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dalam suasana Minggu Jubilate yang penuh sukacita paskah, pertemuan berlangsung hangat dan penuh persaudaraan. Selain Ephorus HKBP, turut hadir antara lain Pdt. Oloan Nainggolan (Praeses DKI), Pdt. Henri Napitupulu (Praeses Bekasi), Pdt. Ridoi Batubara (Praeses Deboskab), Pdt. Sumihar Sinaga (Praeses Banten), serta Pdt. Dr. Richard Daulay (mantan Sekum PGI).
TIDAK ADA PENISTAAN, MASYARAKAT DIMINTA TENANG.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama menegaskan bahwa mereka telah menyimak secara utuh video ceramah Bapak JK di UGM yang belakangan ramai diperbincangkan.
"Dalam pemahaman kami, tidak terdapat unsur penistaan terhadap agama Kristen dalam penyampaian tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, bijaksana, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tafsir yang dapat merusak kebersamaan," tegas pernyataan resmi tersebut.
Mereka juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Jusuf Kalla yang dinilai memiliki rekam jejak terbukti dalam merajut perdamaian di berbagai wilayah konflik, serta peran besarnya sebagai Ketua Umum PP Dewan Mesjid Indonesia.
AJAKAN KUAT: JANGAN MAU DIHASUT.
Pesan serupa juga disampaikan oleh St Tigor Tambunan, S.Sos., MTr. Ak (Ketua Dewan Koinonia HKBP Sibolga Kota) Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut), yang mengimbau seluruh elemen jemaat dan pelayan HKBP untuk mencermati substansi pertemuan ini dengan jernih.
"Kami mengajak semua pihak, khususnya para pelayan dan jemaat, supaya saling menguatkan. Jangan mau dihasut oleh sekelompok orang yang ingin berusaha memecah belah HKBP kita tercinta ini," tegasnya.
Ditekankan bahwa apa yang dilakukan Ompung Ephorus saat ini adalah upaya demi menciptakan kehidupan beragama yang semakin damai, sejuk, dan penuh toleransi di tanah air.
HKBP SEBAGAI GARAM Dan Terang
Kehadiran HKBP dan gereja lainnya dinilai sangat penting sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan.
"Kehadiran HKBP adalah pembawa garam dan terang bagi dunia. Pimpinan HKBP terpanggil untuk berdampak positif, membawa nilai kasih, kebenaran, dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.
Masyarakat dan jemaat juga diimbau untuk yakin penuh pada integritas kepemimpinan Ompung Ephorus yang dinilai memiliki keteguhan iman dan komitmen tinggi melayani untuk Kemuliaan Tuhan.
Merawat Kerukunan, Solusi Bersama
Disampaikan pula bahwa kerukunan bukan sekadar cita-cita, melainkan fondasi kokoh bagi kemajuan bangsa. Dalam semangat dialog, pihak gereja memohon dukungan agar kendala terkait pendirian rumah ibadah di beberapa daerah dapat diselesaikan dengan adil dan sejuk.
"Kiranya upaya bersama ini semakin mempererat persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa, dalam keberagaman yang menjadi kekuatan utama Indonesia," pungkas pesan tersebut.(Red).

Komentar

