Polri Tekan 31,19 Persen Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data Di Operasi Ketupat 2026

Iklan Semua Halaman

.

Polri Tekan 31,19 Persen Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data Di Operasi Ketupat 2026

Staff Redaksi M-DPR
Kamis, 02 April 2026


Jakarta | MEDIA-DPR.COM, Polri bersama Stakeholder terkait berhasil menekan angka korban meninggal dunia hingga 31,19 persen dalam Operasi Ketupat 2026,Transformasi manajemen rekayasa lalu lintas berbasis data real time dan teknologi digital menjadi faktor penentu keselamatan jutaan pemudik tahun ini.

Hal ini terungkap dalam Analisis Dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 dan KRYD,kepada dpr-com Rabu (1/4/2026). Agenda ini dipimpin Kapolri Jenderal,Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si,di dampingi Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol.Drs.Agus Suryonugroho, S.H, M.Hum, sebagai Kaopspus Operasi Ketupat 2026.


Agus mengungkapkan, penanganan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 H telah memasuki era baru, rekayasa lalu lintas kini dilakukan dengan pendekatan presisi, di mana setiap keputusan intervensi didasarkan pada parameter digital yang akurat.


Korlantas Mabes Polri, menerapkan rekayasa lalu lintas secara tepat dan terukur, mulai pengalihan arus, contraflow, hingga sistem satu arah baik di tingkat lokal maupun nasional,dalam upaya tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, yang juga terlihat dari meningkatnya pergerakan penumpang di seluruh moda transportasi selama periode Lebaran.


Data anev mencatat sebanyak 285 kali intervensi rekayasa lalu lintas dilakukan di sepanjang jalur mudik,serta rinciannya meliputi 205 kali pengalihan arus, 39 kali contraflow, 39 kali one way lokal presisi, dan 2 kali one way nasional presisi.


Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penentuan kapan dan di mana one way atau contraflow dimulai kini mengandalkan teknologi traffic accounting hingga artificial intelligence (AI). Data volume kendaraan secara langsung terkirim ke Command Center Korlantas Polri, sehingga petugas bisa melakukan intervensi langsung.


Efektivitas manajemen arus ini berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Polri berhasil menekan angka korban meninggal dunia hingga 31,19 persen. Angka kecelakaan lalu lintas nasional juga turun 6,31 persen, sementara korban Luka Berat (LB) juga berkurang 13,8 persen.


Salah satu inovasi di tahun 2026,adalah penggunaan one way lokal presisi,serta skema ini memungkinkan petugas melakukan rekayasa secara 'sepenggal' pada titik-titik kepadatan spesifik, tanpa harus menutup seluruh jalur Nasional,untuk meminimalkan hambatan bagi masyarakat lokal sekaligus mempercepat penguraian kepadatan kendaraan di titik lelah seperti rest area,"jelas Agus


Ketegasan penerapan,SKB pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga dikawal secara digital melalui ETLE Drone Patrol Presisi,dan pengawasan dari udara untuk memastikan jalur utama tetap steril dari kendaraan berat yang berpotensi memicu perlambatan drastis dan risiko kecelakaan fatal.


Keberhasilan Polri menekan angka fatalitas hingga 31,19 persen diapresiasi banyak pihak, mengingat volume kendaraan keluar-masuk Jakarta menembus angka 6.244.933 unit selama periode operasi.


Dalam anev Kapolri,menilai pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan positif, Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang erat selama operasi,sepanjang arus mudik dan arus balik, Kapolri juga turun ke berbagai wilayah untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memastikan masyarakat terlayani dengan baik.


Menurut Kapolri, Keberhasilan Operasi Ketupat 2026,tidak lepas dari berbagai stimulus pemerintah Presiden RI Prabowo, mulai dari diskon tarif tol dan transportasi publik, program mudik gratis, hingga kebijakan WFA atau WFH yang terbukti efektif memecah konsentrasi kepadatan arus. Ketegasan penerapan SKB pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga memberi pengaruh signifikan.


Kapolri memberikan, apresiasi tinggi kepada seluruh personel anggota Polr di lapangan menekankan beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti,salah satunya, meminta dilakukan evaluasi mendalam guna meningkatkan pelayanan pada Operasi Ketupat tahun depan.


Agus meminta,seluruh PJU Korlantas Polri, para Dirlantas Polda, hingga Kasat Lantas di wilayah Polres untuk menindaklanjuti arahan Kapolri,meminta supaya terus menjaga momentum positif dengan tetap mengedepankan pelayanan yang menyentuh hati masyarakat.


Agus menekankan, pentingnya menjaga marwah institusi Polri melalui tugas-tugas di bidang lalu lintas. Ia menginstruksikan jajaran untuk menjabarkan program unggulan 'Polantas Menyapa dan Melayani' sebagai fondasi utama dalam berinteraksi dengan pengendara.


"Mari kita semua menjaga marwah Polri melalui tugas-tugas di bidang lalu lintas,serta menjabarkan program-program Polantas Menyapa dan Melayani.


Agus menjelaskan,bahwa pada metode dialogis dan pendekatan yang superhumanis dalam menjalankan tugas sehari-hari,kesadaran berlalu lintas masyarakat tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat edukasi yang santun.


Dengan semangat pelayanan yang lebih humanis,Korlantas Mabes Polri berkomitmen untuk terus menekan angka kecelakaan di masa mendatang melalui kehadiran petugas yang solutif di lapangan.


Melalui dialogis-dialogis, super humanis untuk menciptakan kesadaran berlalu lintas dan menciptakan kamseltibcarlantas (Keamanan,Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran lalu lintas),"pungkas.Agus.(Suyanto)

close