Viral! Pesanan 130 Kg Tempe MBG Dibatalkan Mendadak, Pedagang Banyumas Rugi Besar tapi Tetap Bagikan Gratis

Iklan Semua Halaman

.

Viral! Pesanan 130 Kg Tempe MBG Dibatalkan Mendadak, Pedagang Banyumas Rugi Besar tapi Tetap Bagikan Gratis

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 14 April 2026
Foto : Adi Saputra di Kabupaten Banyumas Jateng Menelan Pil Pahit Pesanan 130 Kg. Tempe Program MBG  Dibatalkan Secara Sepihak Pengusaha. Membagikan 80 Kg. Secara Cuma-Cuma.

 

BANYUMAS | MEDIA-DPR-COM. Sebuah peristiwa menyedihkan namun penuh keteladanan menjadi viral di media sosial. 


Seorang pedagang tempe bernama Adi Saputra di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah (Jateng), harus menelan pil pahit saat pesanan besar sebanyak 130 kilogram tempe untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba dibatalkan secara sepihak dan mendadak.

 

Padahal, bahan baku dan produksi sudah terlanjur dibuat sehingga jika tidak dimanfaatkan akan terbuang sia-sia.

 

Daripada terbuang, di bagikan ke Warga, meskipun mengalami kerugian materiil yang cukup besar, Adi Saputra mengambil langkah bijak dan mulia. 


Alih-alih membiarkan tempenya rusak dan dibuang, ia justru membagikan sekitar 80 kilogram tempe hasil produksinya kepada warga sekitar secara cuma-cuma.

 

Aksi mulia ini sontak mendapat perhatian luas. Warganet dan masyarakat merasa prihatin atas nasib yang menimpa pelaku usaha kecil tersebut, namun sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena di tengah kesulitan ekonomi, ia tetap memilih berbagi kebaikan.

 

Pelajaran Penting bagi Pemerintah: "Peristiwa ini menjadi sorotan tajam dan pelajaran berharga terkait eksekusi program pemerintah. Dinilai penting adanya kepastian hukum dan koordinasi yang matang agar tidak merugikan pelaku UMKM yang sebenarnya menjadi mitra penting dalam rantai distribusi pangan.

 

Masyarakat berharap ke depannya ada mekanisme yang lebih adil, seperti adanya kesepakatan pembayaran di awal atau down payment, sehingga risiko kerugian tidak ditanggung secara sepihak oleh pihak pengusaha yang selama ini sudah berani memproduksi barang sesuai pesanan.

 

Semoga kejadian ini menjadi evaluasi agar program besar dapat berjalan lancar tanpa menyakiti pihak manapun.(Red).

close