Tri Suci Waisak 2570 TB di Candi Bahal I: Polres Tapanuli Selatan Hadir, Jamin Keamanan dan Khidmat Ibadah Umat Buddha

Iklan Semua Halaman

.

Tri Suci Waisak 2570 TB di Candi Bahal I: Polres Tapanuli Selatan Hadir, Jamin Keamanan dan Khidmat Ibadah Umat Buddha

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Senin, 25 Mei 2026


Personel Polres Tapsel Dikerahkan Secara Khusus Untuk Melaksanakan Tugas Pengamanan Seluruh Kawasan Candi Minggu (25/05/2026) [Gambar: Polres Tapsel / MEDIA-DPR.COM).

PALUTA | MEDIA-DPR.COM.Suasana sakral, damai, dan penuh kekhidmatan menyelimuti kawasan bersejarah Candi Bahal I, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), pada Minggu (24/05/2026). pagi.


Ratusan umat Buddha yang datang dari berbagai penjuru wilayah Sumut, berkumpul di situs warisan budaya ini untuk bersama-sama merayakan peringatan suci Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddha Sasan 2026.

 

Di tengah rangkaian ibadah dan prosesi suci yang berlangsung, kehadiran aparat kepolisian terasa nyata namun tidak mengganggu. 


Personel dari Polres Tapsel Polda Sumut, dikerahkan secara khusus untuk melaksanakan tugas pengamanan penuh di seluruh kawasan candi. 


Kehadiran ini bertujuan memastikan situasi tetap kondusif, serta menjamin setiap jamaah dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan batin.

 

Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, S.H., M.H., yang memimpin langsung pengamanan, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah kegiatan keagamaan adalah wujud nyata pelayanan negara kepada masyarakat. 


Menurutnya, menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah dengan tenang adalah tugas mulia dan tanggung jawab utama kepolisian.

 

“Kami hadir di sini semata-mata untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah. Setiap warga negara berhak menjalankan keyakinan dan ibadahnya tanpa rasa khawatir atau gangguan apa pun,” tegas AKP Abdul Hakim.

 

Sejak dini hari, personel kepolisian telah bersiaga di berbagai titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan, jalan akses menuju candi, hingga area sekitar lokasi upacara inti. 


Dalam bertugas, seluruh anggota menerapkan pendekatan yang humanis, ramah, dan santun. Kehadiran mereka diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kekhusyukan doa dan meditasi, namun tetap sigap mengawal keamanan dan kelancaran arus jamaah.

 

“Pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Kami tidak ingin menjadi penghalang, melainkan pendamping yang memastikan ibadah berjalan lancar. Bagi kami, tugas ini bukan sekadar kewajiban formal, melainkan wujud kehadiran negara untuk menjamin kebebasan beragama dan menjaga kerukunan,” tambahnya.

 

Lebih jauh, AKP Abdul Hakim menilai perayaan Waisak di Candi Bahal I ini memiliki makna yang sangat dalam. perss realse Polres Tapsel Minggu (25/05/2026).


Selain sebagai peringatan agama, momen ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat Tapanuli Bagian Selatan.

 

Dalam puncak acara perayaan, Bhante Bhadrasagara Sthavira menyampaikan pesan-pesan luhur Waisak kepada seluruh umat yang hadir. Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menumbuhkan cinta kasih, kasih sayang, kebijaksanaan, serta keseimbangan batin dalam berinteraksi dengan sesama makhluk, sebagai wujud pengamalan ajaran Sang Buddha demi kedamaian dunia.

 

Hingga seluruh rangkaian acara selesai, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan damai. Umat Buddha pun pulang dengan hati gembira dan damai, berkat kelancaran ibadah yang didukung penuh oleh pelayanan dan pengamanan yang profesional dari Polres Tapsel.(RMP)

close