TUKKA | MEDIA-DPR.COM. Keresahan masyarakat semakin dalam. Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut).
Selama dua hari berturut-turut, pada 17 dan 18 Juli 2026. Padahal wilayah ini sudah berkali-kali menjadi langganan bencana air bah. Minggu (19/07/2026)
Berdasarkan pantauan langsung:
- 17 July: Banjir merendam Lingkungan I, II, dan IV Kelurahan Sipange akibat pendangkalan sungai yang belum tertangani.
- 18 July: Dampak semakin meluas. Lingkungan III Kelurahan Bonalumban tergenang, sementara di Kelurahan Hutanabolon, tanggul Sungai Sigala-gala jebol tepat di kawasan pembangunan Sabo Dam, membanjiri Lingkungan II, III, dan IV.
TANDA TANYA KEHADIRAN PIMPINAN
Di tengah kekhawatiran warga yang rumahnya kembali terendam, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H., hingga saat ini belum terlihat meninjau lokasi kejadian sama sekali.
Masyarakat bertanya-tanya: Di mana kehadiran pemimpin daerah saat rakyat sedang kesulitan? Warga mengharapkan kehadiran langsung bukan sekadar laporan dari jauh, untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik dan mendengar langsung keluh kesah warga.
Warga Kecamatan Tukka semakin mendesak:
* Segera perbaiki tanggul yang jebol dan percepat penyelesaian Sabo Dam
* Lakukan normalisasi sungai secara menyeluruh dan tuntas
* Hentikan penanganan sementara, segera wujudkan infrastruktur pengendali banjir jangka panjang
Banjir tidak boleh dibiarkan terus berulang tanpa solusi nyata. MEDIA-DPR.COM tetap membuka ruang hak jawab resmi dari Bupati maupun Pemkab Tapteng demi keseimbangan informasi.
(Lisberth Manik S.E).

Komentar

