TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2025 di DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif.
Berdasarkan pemantauan langsung MEDIA-DPR.COM sejak hari pertama pembahasan hingga Jumat (17/7/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng Drs. Binsar Tua Hamonangan Sitanggang, M.Si., selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), tidak terlihat hadir dalam rangkaian rapat pembahasan LKPD TA.2025.
Selain itu, dalam beberapa sesi rapat sebelumnya, terlihat sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninggalkan ruang rapat saat pembahasan masih berlangsung. Pada rapat hari ini, Jum'at (17/07/2026), berdasarkan pemantauan langsung MEDIA-DPR.COM, Sekda, selaku Ketua TAPD maupun OPD terkait juga tidak terlihat hadir dalam pembahasan LKPD.
Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan para anggota DPRD yang mengikuti jalannya rapat.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tapteng Deni Herman Hulu, bersama beberapa anggota DPRD lainnya mempertanyakan ketidakhadiran Ketua TAPD dalam forum pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA.2025.
Mereka juga menyoroti minimnya kehadiran OPD dalam rapat yang dinilai sangat penting bagi proses pengawasan DPRD.
Menurut para anggota DPRD, pembahasan LKPD merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan APBD serta meminta penjelasan langsung dari pemerintah daerah atas berbagai program dan penggunaan anggaran.
Karena itu, kehadiran Ketua TAPD dan OPD sangat diperlukan agar setiap pertanyaan dan catatan DPRD dapat dijawab secara terbuka.
Hingga berita ini diterbitkan, MEDIA-DPR.COM belum memperoleh keterangan resmi dari Sekda Drs. Binsar Tua Hamonangan Sitanggang, M.Si., terkait ketidakhadirannya dalam pembahasan LKPD TA. 2025 maupun alasan tidak hadirnya OPD pada rapat tanggal 17 Juli 2026.
MEDIA-DPR.COM tetap membuka ruang hak jawab kepada Pemkab Tapteng sesuai dengan ketentuan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjaga keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
Lisberth Manik S.E.

Komentar


