Sosialisasi MPLS SMAN 1 Pangalengan Kelas Jauh Selesai, Guru: Fokus ke SMA Terbuka, SMAN 2 Belum Ada Kepastian

Iklan Semua Halaman

.

Sosialisasi MPLS SMAN 1 Pangalengan Kelas Jauh Selesai, Guru: Fokus ke SMA Terbuka, SMAN 2 Belum Ada Kepastian

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 18 Juli 2026

 



KABUPATEN BANDUNG, MEDIA - DPR.COM Kegiatan sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Pangalengan Kelas Jauh Tahun Pelajaran 2026/2027 telah dilaksanakan pada hari Sabtu (11/07/2026) bertempat di Aula Gedung Kecamatan Pangalengan. 


Kegiatan yang diinisiasi oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui surat undangan nomor 4174/PK.03.03.01/CADISDIKWIL.VIII (dikeluarkan 10 Juli 2026) dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait termasuk SMAN 1 Pangalengan.

 

Setelah sosialisasi berlangsung, kami berusaha menemui kepala sekolah SMAN 1 Pangalengan beberapa kali datang ke sekolah demi meminta keterangan berlanjut namun Kepala Sekolah belum pernah menemui.


Tepatnya pada hari Rabu (15/07/2026). Kepala sekolah langsung keluar dari sekolah dan 

 Salah satu guru yang enggan di tulis namanya datang menemui dan memberikan klarifikasi terkait informasi yang tengah beredar tentang SMAN 2 Pangalengan.


Menurutnya, informasi tentang SMAN 2 Pangalengan yang menyebar menjadi salah satu pembahasan dalam sosialisasi, namun ia harus menyampaikannya sesuai dengan apa yang disampaikan dari pihak kecamatan.

 

"Di acara sosialisasi kemarin ada pembahasan tentang SMAN 2 Pangalengan yang baru saja diceritakan. Saya wajib menyampaikan informasi itu dari kecamatan, tetapi yang sudah pasti dan dapat saya pastikan adalah program SMA Terbuka yang sudah berjalan selama 5 tahun di SMAN 1 Pangalengan. Silakan orang tua dan siswa mendaftar karena sudah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi," jelas salah satu guru.

 

Ia menjelaskan bahwa terkait SMAN 2 Pangalengan, belum ada kepastian.


"Untuk SMAN 2 Pangalengan, bagaimana kondisinya kedepannya belum jelas. Saya sarankan agar siswa mendaftar dulu di sini (SMA Terbuka). Nantinya, jika nanti ada SMAN 2 Pangalengan yang beroperasi secara reguler, anak-anak yang sudah terdaftar di sini tetap bisa ikut belajar di sana karena data dapodik nya berada di SMAN 1 Pangalengan. 


Namun sistem pembelajarannya untuk SMA terbuka hanya satu minggu sekali dan baru bisa berjalan tahun depan setelah ada bangunan dan guru yang siap. Untuk saat ini, masih sangat sulit untuk melaksanakannya," tambahnya.

 

Ia menekankan bahwa keputusan untuk memilih jalur pendidikan sebaiknya diambil oleh orang tua dan siswa secara pribadi, bukan berdasarkan rekomendasi dari pihaknya. 


"Saya tidak mendorong siswa kemana-mana, tetapi lebih fokus untuk mempromosikan SMA Terbuka karena sudah jelas jalurnya, bahkan lulusannya sudah ada banyak selama 5 tahun terakhir. Saya hadir di acara sosialisasi karena diundang dan menyampaikan pendapat saya bahwa lebih baik memilih jalur yang sudah pasti seperti SMA Terbuka," ujarnya.

 

Masih Menurut salah satu guru pihaknya tidak melakukan pendaftaran untuk SMAN 2 Pangalengan karena belum ada perintah resmi dari Kepala Sekolah SMAN 1 Pangalengan "Saya hanya menjalankan perintah untuk mengumumkan pendaftaran SMA Terbuka melalui Instagram sekolah.


 Karena program ini sudah memiliki SK resmi dan tempat ujiannya juga berada di sini (SMAN 1 Pangalengan). Sedangkan terkait SMAN 2 Pangalengan, saya sendiri juga masih bingung dengan detailnya," ungkapnya.

 

Poin utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya agar siswa tidak putus sekolah. "Yang terpenting adalah anak-anak segera mendaftar agar bisa melanjutkan pendidikan dan tidak putus sekolah. 


Semua anak berhak mendapatkan pendidikan, jadi yang utama adalah mereka terdaftar dulu, kemudian kita lihat perkembangannya ke depannya," pungkas salah satu guru di akhir pembicaraan.

 

Sampai berita ini tayang pihak lainnya belum bisa di temui guna keterangan lebih lanjut guna.

( AS)

close