Poto: Bupati Tapteng Masinton Pasaribu S.H., M.H.
Seruan Tegas Alvin Sinaga:: 8 Alasan Mendasar Bupati Tapteng Masinton Tidak Layak Lagi Memimpin Tapteng. Kamis (09/07/2026) / MEDIA-DPR.COM.
PANDAN | MEDIA-DPR.COM. Kekecewaan mendalam terus bergema dari masyarakat. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kamis (09/07/2026),
Alvin Sinaga mewakili gerakan TBMP menyampaikan rangkaian alasan kuat mengapa Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H. dinilai sudah tidak mampu memimpin dan sebaiknya segera diserukan berhenti dari jabatannya.
Sumber: Unggahan Alvin Sinaga Gerakan TAPTENG BARU MENUJU PERUBAHAN (TBMP) Kamis (09/07/2026).
8 ALASAN KRITIS KINERJA YANG DINILAI GAGAL TOTAL
01. Gagal Menindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Desa: Tidak berani membongkar masalah Dana Desa, justru tim dari partai pengusung sendiri yang kini terjaring hukum dan menjadi Penasehat Hukuman (inisial Sarmi).
02. Lemah Melawan Pihak Luar: Tidak berani tegas terhadap perusahaan yang diduga merugikan daerah, sebaliknya tim pembela kepentingan masyarakat justru diproses hukum (inisial Danal).
03. Tata Kelola Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kacau Balau: Organisasi Perangkat Daerah hingga kini tidak dapat diatur dengan baik, banyak persoalan tidak tertangani.
04. Membuat Aturan Semau Sendiri: Tidak patuh pada peraturan dan protokol resmi yang berlaku, malah menerapkan kebijakan sewenang-wenang.
05. Kekosongan Jabatan Berkepanjangan: Hanya sekitar 10% pejabat eselon II, III, IV, dan kepala dinas yang sudah definitif. Sebagian besar masih menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) atau Pelaksana Tugas (Plt) lebih dari satu tahun. Ini bukti nyata ketidakmampuan menata birokrasi dan wujud janji “Tapteng Naik Kelas”.
06. Konflik Parah dengan DPRD: Alih-alih mengayomi mitra kerja pemerintah, malah bertindak sewenang-wenang dengan memotong dan menahan gaji serta biaya perjalanan dinas anggota dewan ke Jakarta sebagai alat membungkam.
07. Korban Bencana Masih Menderita: Hingga kini korban banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025 belum menerima haknya secara layak. Jaminan Hidup (Jadup), Dana Hunian Tunggu (DHT), dan Stimulan yang dijanjikan belum sampai, sementara banyak yang kehilangan rumah, harta, bahkan anggota keluarga.
08. Janji Perubahan Belum Terwujud: Masyarakat memilih dengan harapan Tapteng naik kelas, namun jalan-jalan utama masih rusak parah dan pembangunan terkesan hanya pencitraan. Perhatian pemerintah pun dinilai lebih banyak berpihak pada kepentingan partai, bukan kesejahteraan seluruh rakyat.
PESAN UNTUK PEMIMPIN DAN SELURUH ELEMEN
“Masyarakat sudah memberikan kepercayaan dan berharap perubahan nyata. Namun kenyataannya, janji tak ditepati, rakyat menderita, dan tata kelola tidak berjalan. Sudah saatnya Bupati Masinton mundur dan berikan kesempatan kepada pemimpin yang benar-benar berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat Tapteng,”pungkas Alvin Sinaga.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance

Komentar

