Poto: Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom S.T., M.M.
Vandiko Gultom Hadiri Pegelaran "TONA SIAN HUTA": Dorong Pembagunan Opera House di Kawasan Danau Toba. Minggu (12/07/2026) Gambar: Vandiko Timotius Gultom / MEDIA-DPR.COM.
SILANGIT | MEDIA-DPR.COM. Bupati Kabupaten Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T., M.M. bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Pagelaran Opera dan Konser Musik "Tona Sian Huta".
Kegiatan yang diprakarsai Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) digelar di Gedung Serba Guna Perkampungan Pemuda HKBP Jetun, Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumatra Utara (Sumut).
Sumber: Pernyataan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T., M.M. Minggu (12/07/2026).
Pagelaran ini dihadiri langsung Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya serta Anggota DPR-RI Komisi VII Lamhot Sinaga.
KOMITMEN LESTARIKAN BUDAYA SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI
Dalam kesempatan tersebut, Vandiko menegaskan kehadirannya adalah bukti nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir:
“Seni dan budaya Batak adalah warisan berharga yang memperkuat identitas kita. Potensinya sangat besar untuk menjadi magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif di seluruh kawasan Danau Toba.”
SERUAN STRATEGIS: DIBANGUNKAN OPERA HOUSE DI DANAU TOBA
Bupati Samosir menyampaikan harapan besar kepada Menteri Ekonomi Kreatif: “Kami memohon dukungan Bapak Menteri untuk membangun sebuah gedung Opera House di kawasan Danau Toba. Fasilitas ini akan menjadi rumah bagi seniman untuk tampil secara berkelas dan berkelanjutan, sekaligus mendongkrak kunjungan wisata serta kesejahteraan masyarakat luas.”
AGENDA TAHUNAN BERGILIR SELURUH KAWASAN
Vandiko juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Anggota DPR-RI Lamhot Sinaga atas inisiasi kegiatan ini. Ia berharap "Tona Sian Huta" tidak berhenti di sini: “Mari jadikan ini agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba, agar manfaat ekonomi dan kebanggaan budaya dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa di Tanah Batak.”
Richard DA Panjaitan S.E.

Komentar




